12 Tempat Wisata Religi di Banjarmasin

12 Tempat Wisata Religi di Banjarmasin

Mei 24, 2021 0 By publica id

Publica.id, Banjarmasin – Jika anda datang ke Banjarmasin ada baiknya anda mencoba untuk berwisata spiritual ketempat wisata religi di Banjarmasin.

Sebagai kota yang dikenal religius, Banjarmasin memang menyimpan banyak tempat wisata religi, baik itu religi bagi muslim maupun non muslim.

Tempat-tempat wisata religi ini bagi masyarakat Banjarmasin sangat dihormati dan dijaga karena ada kaitannya dengan sejarah Kota Banjarmasin maupun budaya kehidupan masyarakatnya.

Berikut beberapa tempat-tempat wisata religi yang dirangkum dari berbagai sumber bisa anda kunjungi saat berwisata di Banjarmasin:

Kubah Habib Basirih

Tempat wisata religi di Banjarmasin

Makam Al Habib Hamid bin Abbas Bahasyim. Foto-net

Kubah Habib Basirih adalah sebuah makam keramat seorang ulama yang menjadi objek wisata ziarah di Banjarmasin. Kubah ini letaknya tidak begitu jauh dari jembatan tol menuju kawasan Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Kubah ini berada di Jl Keramat RT 13, Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat.

Habib Hamid bin Abbas Bahasyim atau lebih dikenal dengan sebutan Habib Basirih adalah seorang ulama Banjar. Alhabib Hamid dikenal dengan wali majdub atau wali yang menyembunyikan kewaliannya dengan bertingkah seperti orang gila. Sebagian menyebutkan wali yang mempunyai tingkah Nyeleneh atau diluar kebiasaan.

Untuk menuju kubah Habib Basirih, bisa ditempuh lewat jalur darat dan sungai. Saat berada di kubah Habib Basirih, kita akan melihat beberapa makam keramat lainnya.

Kubah Habib Batilantang

Tempat wisata religi di Banjarmasin

Kubah Habib Batilantang. Foto-net

Tak jauh dari Kubah Habib Basirih, terdapat pula makam-makam lainnya. Antara lain makam keponakan Habib Basirih, yakni Habib Batilantang (Habib Ahmad bin Hasan bin Alwi bin Idrus Bahasyim) yang berada di seberang Sungai Basirih, juga makam ibu Habib Basirih, Syarifah Ra’anah dan makam-makam lainnya didekat Kubah Habib Basirih.

Kubah Guru Zuhdi

Makam KH Ahmad Zuhdiannor atau Guru Zuhdi. Foto-net

Saat ini masyarakat Banjarmasin sering mengunjungi makam ulama KH Ahmad Zuhdianoor atau Guru Zuhdi. Ulama kharismatik ini semasa hidup sangat dicintai masyarakat Banjarmasin. Tak ayal, ketika meninggalnya, Sabtu (2/5/2020) masyarakat terpukul begitu kehilangan sosok ulama panutan yang selalu didengar nasihatnya.

Kini para jemaah hanya bisa berziarah ke makam atau kubah Guru Zuhdi yang terletak di Jalan Antasan Kecil Timur, belakang Masjid Jami Sungai Jingah. Tak sedikit jemaah datang ke kubah Guru Zuhdi yang juga merupakan murid dari Ulama kharismatik Martapura, KH Zaini Abdul Ghani atau Guru Sekumpul.

Kubah Datu Amin

Makam Syekh Muhammad Amin atau Datu Amin Banjarmasin. Foto-net

Al’alimul ‘allamah Mufti Haji Muhammad Amin atau lebih dikenal dengan sebutan Datu Amin Banua Anyar.

Beliau adalah seorang ulama yang kharismatik, disegani dan berpengaruh di masyarakat bahkan dikalangan pemerintahan Belanda pada zamannya, karenanya beliau sangat disayangi oleh segenap lapisan masyarakat, sifat pemurah, zahid dan mandiri yang sangat tampak dalam pribadi beliau.

Selain itu didalam manakibnya beliau juga digambarkan sebagai pribadi yang pemurah, dan senang sekali siyahah (mengembara) ke hutan-hutan untuk melihat keindahan alam dan kekuasaan Tuhan Yang Maha Agung sebagai perwujudan beliau untuk bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah SWT.

Kubah Datu Amin terletak di Jl. Pangeran Hidayatullah, Banua Anyar, Banjarmasin Timur.

Kubah Surgi Mufti

Kubah Syekh Surgi Mufti di kawasan-Jalan Mesjid Jami-Kelurahan Surgi-Mufti. Foto-net

Syekh Surgi Mufti atau KH Jamaluddin bin H Jaleha bin Datu Mufti Ahmad atau Pangeran Mufti Ahmad bin Syekh Muhammad Arsyad Albanjari merupakan ulama ternama di Kalimantan Selatan.

Beliau dilahirkan di Martapura tepatnnya di Desa Dalam Pagar, pada tahun 1817 M. Putra pasangan Haji Abdul Hamid Kosasih dan Hj Zaleha ini, sejak kecilnnya tumbuh di lingkungan agama yang kuat.

Setiap hari kubahnya (makamnya) yang berada di kawasan Jalan Masjid Jami, Kelurahan Surgi Mufti, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin selalu dikunjungi para peziarah.

Makam Sultan Suriansyah

Makam Sultan Suriansyah, Banjarmasin. Foto-net

Makam Sultan Suriansyah adalah must-go-to-place jika ingin mengeksplor sisi religi dari Kota Banjarmasin. Makam Sultan Suriansyah adalah kompleks pemakaman Raja, keluarga Raja, serta kerabat-kerabat kerajaan Banjar yang terletak di Kelurahan Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara. Terdapat 24 orang yang dimakamkan di kompleks pemakaman ini.

Masjid Sultan Suriansyah

Masjid peninggalan Sultan Suriansyah. Foto-net

Masjid Sultan Suriansyah atau Masjid Kuin adalah sebuah masjid bersejarah di Kota Banjarmasin yang merupakan masjid tertua di Kalimantan Selatan. Masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Suriansyah, Raja Banjar pertama yang memeluk agama Islam.

Lokasi masjid beralamat di Jalan Kuin Utara, Kelurahan Kuin Utara, Kec. Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin.

Masjid Kubah Kanas

Masjid Kubah Nanas/Kanas. Foto-net

Masjid Jami’ Tuhfaturroghibin atau lebih populer dengan nama Masjid Kanas/Nanas adalah sebuah masjid bersejarah yang berlokasi di kawasan Alalak Tengah, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Masjid menjadi khas karena terdapat hiasan buah nanas pada kubahnya.

Masjid ini terletak di Jalan Alalak Tengah, Kelurahan Alalak Tengah, Kec. Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin.

Masjid Jami Sungai Jingah

Masjid Jami Sungai Jingah. Foto-net

Masjid Jami’ Banjarmasin atau dikenal juga sebagai Masjid Jami’ Sungai Jingah adalah sebuah masjid bersejarah di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Mesjid berarsitektur Banjar dan kolonial (indish) yang dibuat dengan bahan dasar kayu ulin ini dibangun pada tahun 1777. Walaupun termasuk di lingkungan Kelurahan Antasan Kecil Timur, masjid yang seluruh konstruksi bangunan didominasi kayu besi alias kayu ulin ini lebih identik dikenal Masjid Jami Sungai Jingah.

Lokasinya pun ada di Jalan Antasan Kecil Timur, Banjarmasin Utara.

Pada masa sebelum masjid ini terbangun, masyarakat Banjar kesulitan beribadah karena tidak ada masjid yang cukup besar untuk menampung orang banyak. Pemerintah kolonial Belanda yang kehadirannya tidak disukai oleh masyarakat Banjar berusaha menggunakan kesempatan itu untuk mengambil hati orang Banjar. Mereka berniat menyumbangkan uang hasil pajak untuk pembangunan masjid. Kebetulan saat itu pendapatan pajak pemerintah Belanda dari hasil memeras rakyat Kalimantan sedang berlimpah, terutama dari hasil hutan seperti karet dan damar.

Masjid Raya Sabilal Muhtadin

Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Foto-net

Jika kamu datang ke Banjarmasin. Tempat wisata religi di Banjarmasin yang satu ini adalah ikon dari kota berjuluk Seribu Sungai.

Masjid Sabilal Muhtadin, nama pilihan untuk Masjid Raya Banjarmasin ini, adalah sebagai penghormatan dan penghargaan terhadap Ulama Besar alm. Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (1710—1812) yang selama hidupnya memperdalam dan mengembangkan agama Islam di Kerajaan Banjar atau Kalimantan Selatan sekarang ini. Ulama Besar ini tidak saja dikenal di seluruh Nusantara, akan tetapi dikenal dan dihormati melewati batas negerinya sampai ke Malaka, Filipina, Bombay, Mekkah, Madinah, Istambul dan Mesir.

Berdiri megah dengan menara yang menjulang tinggi tepat di jantung kota, Masjid Raya Sabilal Muhtadin merupakan salah satu landmark Kota Banjarmasin. Masjid ini digunakan sebagai sarana peribadahan dan pusat syiar Islam.

Klenteng Suci Nurani

Tempat wisata religi di banjarmasin

Klenteng Suci Nurani. Foto-net

Tempat wisata religi di Banjarmasin lainnya adalah Rumah ibadah umat Budha.

Tempatnya terdapat di Kampung Pacinan Laut, Kelurahan Gadang, Banjarmasin Tengah, Banjarmasin. Perkampungan Tionghoa ini dahulu dikepalai letnan-letnan Tiongkok yaitu The Sin Yoe dan Ang Lim Thay

Lokasinya terletak di Jalan Kertak Baru Ilir, Kec. Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Kelenteng Suci Nurani berdiri sejak tahun 1898 di tepian Sungai Martapura. Kelenteng ini dianggap sebagai saksi sejarah keberadaan warga Tionghoa di Banjarmasin. Saat ini, kelenteng tersebut menjadi salah satu bangunan cagar budaya.

Katedral Keluarga Kudus

Tempat wisata religi di banjarmasin

Gereja Katedral Keluarga Kudus. Foto-net

Gereja Katedral Banjarmasin adalah sebuah gereja di Banjarmasin. Gedung gereja ini diresmikan pada 28 Juni 1931 dan dibangun dengan arsitektur neo-gotik dari Eropa. Sumber Wikipedia. Lokasi Gereja Katedral Banjarmasin tepat berada di tengah pusat Kota Banjarmasin, Jalan Lambung Mangkurat.

Sumber: Dikutip dari wikipedia dan berbagai sumber lainnya.

Editor: Ahya Firmansyah