News

74 Penerbangan Terhambat Akibat Mati Listrik di Bandara Ngurah Rai

Dampak Mati Lampu di Bandara I Gusti Ngurah Rai

Pemadaman listrik yang terjadi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Jumat, 10 Oktober 2025, memberikan dampak signifikan terhadap jadwal penerbangan baik rute internasional maupun domestik. General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, mengungkapkan bahwa sebanyak 42 jadwal penerbangan internasional dan 32 rute domestik harus menyesuaikan keberangkatan serta kedatangan akibat insiden tersebut.

Syaugi menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para pengguna jasa, stakeholder bandara, serta seluruh masyarakat atas peristiwa ini. “Saat terjadi pemadaman, tim teknis segera menelusuri dan berupaya menangani untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan kelancaran layanan di seluruh area bandara,” ujar Syaugi melalui keterangan tertulisnya pada Ahad, 12 Oktober 2025.

Insiden mati lampu tersebut berlangsung hampir satu jam, yaitu pada pukul 18.13 WITA hingga 19.18 WITA, Jumat. Sejumlah penerbangan yang terdampak akibat insiden ini sudah diberangkatkan kembali pada esok harinya, Sabtu, 11 Oktober 2025 dini hari. “Hasil monitoring kami pada Sabtu pagi hingga sore, seluruh aktivitas penerbangan, pelayanan penumpang, serta arus kendaraan pengantar dan penjemput telah berjalan normal dan lancar,” tambah Syaugi.

Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai mengapresiasi seluruh pihak terkait yang telah mendukung penanganan operasional di bandara saat insiden tersebut. “Kami menegaskan komitmen mengevaluasi menyeluruh dan terus berupaya meningkatkan keandalan fasilitas guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang,” katanya.

Respons dari PLN

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, menyatakan telah mengirimkan teknisi dan peralatan pendukung saat insiden mati lampu di bandara itu. Kata dia, kondisi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai telah kembali beroperasi secara normal.

Eric menyatakan PLN berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik. “Secara sistem, pasokan listrik dari sisi PLN sejak semalam sudah dalam kondisi normal. Namun sebagai bentuk kehati-hatian dan upaya preventif, kami tetap memeriksa kondisi di lapangan,” ucap Eric pada Sabtu, 11 Oktober 2025.

Penanganan Darurat dan Evaluasi

Selama pemadaman listrik berlangsung, tim operasional bandara bekerja keras untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan para penumpang serta pengguna jasa lainnya. Pemadaman yang terjadi selama hampir satu jam tentu menjadi tantangan besar bagi manajemen bandara, namun mereka berhasil menangani situasi dengan cepat dan efisien.

Sebagai langkah pencegahan, manajemen bandara juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem listrik dan infrastruktur lainnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak terulangnya insiden serupa di masa depan. Selain itu, kerja sama dengan pihak-pihak terkait seperti PLN juga akan ditingkatkan agar dapat menangani masalah darurat dengan lebih cepat dan efektif.

Kesimpulan

Peristiwa mati lampu di Bandara I Gusti Ngurah Rai menjadi pelajaran penting bagi semua pihak terkait. Meskipun ada dampak terhadap jadwal penerbangan, tindakan responsif dan koordinasi yang baik antara manajemen bandara dan PLN berhasil meminimalkan gangguan. Dengan evaluasi dan peningkatan keandalan fasilitas, diharapkan kejadian serupa tidak akan terulang lagi, sehingga layanan di bandara tetap optimal dan nyaman bagi pengguna jasa.

Penulis: Nida’an Khafiyya