Kondisi Wilayah Kembang Tanjong Pasca Banjir Masih Memprihatinkan
Hingga hari ke tujuh pasca bencana banjir yang menerjang Kabupaten Pidie, kondisi wilayah Kembang Tanjong masih memprihatinkan. Aktivitas warga di 19 gampong yang terdampak masih lumpuh akibat lumpur sisa banjir yang menggenangi jalan hingga rumah warga. Hal ini menyebabkan kesulitan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Korban banjir sangat membutuhkan bantuan sembako karena belum bisa beraktivitas akibat lumpur banjir menumpuk di rumah mereka. Warga juga mengeluhkan kurangnya bantuan yang diterima, terutama di beberapa gampong yang dianggap paling terdampak.
“19 gampong masih terisolir, saat ini Gampong Kandang dan Lamkawe minim bantuan,” kata Faisal, warga Kembang Tanjong, kepada Publica.id, Selasa (2/12/2025). Ia menyebutkan bahwa 19 gampong yang masih lumpuh aktivitas adalah:
- Gampong Jurong Bale dengan 162 KK
- Gampong Tanjong dengan 192 KK
- Gampong Puuk dengan 130 KK
- Gampong Aron Asan Kumbang dengan 160 KK
- Gampong Meunasah Teugeuh dengan 162 KK
- Gampong Meunasah Mesjid dengan 146 KK
- Gampong Meuraksa dengan 276 KK
- Gampong Asan dengan 165 KK
- Gampong Lamkawe dengan 189 KK
- Gampong Kandang dengan 118 KK
- Gampong Teumpen dengan 133 KK
- Gampong Dayah Blang dengan 115 KK
- Gampong Dayah Mon Ara dengan 94 KK
- Gampong Panjoe dengan 194 KK
- Gampong Meunasah Mee dengan 90 KK
- Gampong Teumpen dengan 94 KK
- Gampong Blang Cut dengan 89 KK
- Gampong Sukon dengan 105 KK
- Gampong Bentayan dengan 132 KK
Menurut Faisal, korban banjir sangat membutuhkan bantuan sembako lantaran belum bisa beraktivitas akibat lumpur banjir yang masih menumpuk di rumah-rumah warga. Bantuan tersebut sangat penting untuk memastikan dapur pengungsi tetap bisa beroperasi.
Upaya Pemerintah Daerah dalam Penyaluran Bantuan
Bupati Pidie, Sarjani Abdullah SH, mengatakan bahwa Pemkab akan merubah skema distribusi bantuan kepada korban banjir. Sebab, bantuan sudah pernah disalurkan kepada semua korban di kecamatan yang terdampak banjir di Pidie.
“Kami terkejut mendengar informasi korban banjir terancam kelaparan. Makanya, sekarang ini kita akan rubah skema penyaluran bantuan dengan langsung ke posko pengungsian,” ujar Bupati Sarjani, didampingi Sekda Pidie, Samsul Azhar, dalam konferensi pers dengan wartawan di Kantor Bupati Pidie, Senin (2/12/2025).
Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk lebih proaktif dalam menangani krisis yang dialami oleh masyarakat setempat. Dengan mengubah skema penyaluran bantuan, diharapkan dapat lebih tepat sasaran dan cepat sampai kepada para korban banjir.
Tantangan dan Harapan Masyarakat
Meski ada upaya dari pemerintah, masyarakat masih menghadapi tantangan besar dalam pemulihan diri. Lumpur yang masih menggenangi jalan dan rumah membuat akses ke tempat-tempat vital seperti pasar dan fasilitas kesehatan menjadi sangat sulit.
Selain itu, kondisi lingkungan yang tidak sehat juga menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat. Banyak warga yang harus membersihkan lumpur di rumah mereka sendiri, sehingga waktu dan tenaga yang dibutuhkan sangat besar.
Harapan besar ditempatkan pada pemerintah daerah untuk terus meningkatkan bantuan dan memastikan bahwa semua korban banjir mendapatkan perlindungan dan dukungan yang diperlukan. Dengan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga bantuan, diharapkan kondisi wilayah Kembang Tanjong dapat segera pulih dan aktivitas warga kembali normal.
