
Ancaman Bencana Susulan di Sekitar Lokasi Longsor
Sejumlah bangunan di sekitar lokasi longsor di Kampung Sulukuning, Desa Mekargalih, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, kini terancam bencana susulan. Setelah kejadian yang menewaskan seorang warga, penduduk rumah di sekitar lokasi diminta untuk segera mengungsi.
Menurut Bupati Saepul Bahri Binzein, potensi longsor susulan kini semakin tinggi. Ia menyampaikan hal ini pada Senin, 29 Desember 2025.
”Sekarang (pascabencana) ada potensi longsor susulan, makanya kami kasih tahu pemilik rumah yang di atas (tebing) di perumahan itu untuk sementara mengungsi dulu,” ujar Bupati.
Ia menjelaskan bahwa beberapa rumah berada di bibir tebing yang telah mengalami tanah longsor. Hal ini terjadi pada Minggu, 28 Desember 2025 sore. Risiko longsor susulan dinilai lebih tinggi setelah tembok penahan tebing (TPT) rusak akibat bencana sebelumnya.
Bupati juga meminta pemerintah desa dan warga setempat untuk bergotong royong memperkuat struktur tanah yang masih labil. Upaya mitigasi bencana perlu segera dilakukan untuk mencegah korban jiwa, seperti pada longsor sebelumnya.
Korban yang bernama Jaya (51) akhirnya ditemukan pada Minggu malam setelah dilakukan operasi pencarian dan penyelamatan selama lebih dari tiga jam. Bupati yang turun langsung ke lokasi mengakui proses evakuasi terkendala beberapa faktor.
”Evakuasi ini memang agak sulit karena (material longsor berupa) beton yang jatuh karena itu TPT yang jatuh. Terus, ruang evakuasinya juga sempit sehingga kita tidak bisa memasukkan alat berat. Jadi semuanya manual, kita potong, kita angkat satu per satu,” tuturnya.
Bupati sempat menawarkan bantuan kepada warga yang rumahnya terancam longsor susulan. Mereka diminta mencari lahan kosong di lokasi lain yang bebas longsor dan pembangunan rumah barunya akan dibantu oleh Bupati.
Namun, rencana itu kemungkinan baru bisa direalisasikan saat kondisi cuaca cerah. Untuk saat ini, warga diminta untuk mengungsi sementara ke lokasi yang lebih aman untuk mencegah bencana susulan.
Berbagai Laporan Bencana Alam
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purwakarta menangani sedikitnya sebelas laporan bencana alam sepanjang hari itu. Semua kejadian itu diduga dipicu hujan lebat yang tidak didukung oleh kesiapan drainase atau saluran pembuangan air.
”Sebenarnya banyak (laporan bencana) yang lain berupa banjir genangan saja dan beberapa waktu sudah surut lagi. Kemarin itu yang kita atasi di antaranya yang longsor, pohon tumbang menimpa rumah,” kata Kepala Pelaksana BPBD Purwakarta Heryadi Erlan.
Langkah Mitigasi Bencana
Dalam situasi seperti ini, langkah mitigasi bencana menjadi sangat penting. Pemda bersama masyarakat perlu bekerja sama dalam memperkuat struktur tanah dan memastikan sistem drainase berfungsi dengan baik. Selain itu, masyarakat juga perlu diberi edukasi tentang tanda-tanda bencana dan cara menghadapinya.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:
* Melakukan pemeriksaan rutin terhadap struktur bangunan yang berada di dekat tebing.
* Memperkuat tembok penahan tebing dengan material yang tahan terhadap gempa dan hujan deras.
* Menyediakan jalur evakuasi darurat dan alat bantu evakuasi yang memadai.
* Memberikan pelatihan khusus bagi masyarakat tentang tindakan darurat bencana.
Dengan langkah-langkah tersebut, risiko bencana susulan dapat diminimalisir, serta keselamatan masyarakat dapat terjaga secara maksimal.
