News

Anggota DPR Rieke Tonton Video Guru Karaoke Mesra di Smart TV Bantuan Prabowo

Video Viral Guru Berkaraoke dengan Smart TV Bantuan Presiden Prabowo

Baru-baru ini, sebuah video yang menampilkan dua oknum guru sedang berkaraoke di lingkungan sekolah viral di media sosial. Kegiatan tersebut diketahui menggunakan smart TV yang disebut sebagai bantuan dari Presiden Prabowo Subianto kepada sekolah. Aksi yang dilakukan oleh kedua guru tersebut mendapat kritik keras dari berbagai pihak, termasuk anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka.

Dalam unggahan Instagram @riekediahp, terdapat tulisan yang mengatakan, “Berdebar lihat TV dari Pak Prabowo. Mantap SDN Ciodeng 2.” Judul video tersebut juga menyebutkan bahwa oknum guru kepergok asik karaoke menggunakan smart TV pemberian Presiden Prabowo. Hal ini membuat Rieke Diah Pitaloka merasa perlu memberikan tanggapan melalui sindiran dan kritik tajam.

Rieke Diah Pitaloka menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyalurkan sebanyak 330 ribu smart TV untuk sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Menurutnya, smart TV tersebut sengaja diberikan untuk mendukung proses belajar mengajar. Namun, baru-baru ini muncul sebuah video yang menunjukkan bahwa alat tersebut justru digunakan untuk tujuan yang tidak sesuai, yaitu berkaraoke.

Menurut informasi yang diperoleh, dalam video tersebut terlihat seorang guru pria tengah asik bernyanyi sementara seorang guru wanita tersenyum melihat aksinya. Mereka tampak berpegangan tangan dan bahkan sesekali saling memeluk. Meskipun belum diketahui apakah keduanya memiliki hubungan suami istri atau bukan, aksi tersebut menimbulkan banyak pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang, Nono Suparno, merespons isu ini. Ia mengakui bahwa video tersebut beredar luas melalui platform Instagram. Menurutnya, aksi tersebut terjadi di lingkungan sekolah saat jam belajar berlangsung. Peralatan karaoke yang digunakan adalah smart TV yang merupakan bantuan dari Presiden Prabowo.

Sekolah tersebut berada di wilayah kediaman Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, tepatnya di Desa Ciodeng, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang. Nono Suparno menjelaskan bahwa kasus ini sudah ditangani oleh bidang terkait di internal. Namun, ia mengaku belum mengetahui perkembangan lebih lanjut terkait penanganan kasus tersebut.

TribunBanten.com sudah berupaya menghubungi Kabid Pembinaan Sekolah Dasar (BPK) melalui telepon maupun pesan singkat, namun hingga berita ini diturunkan belum mendapat jawaban.

Kini, guru dan kepala sekolah yang terlibat dalam video tersebut mendapat hukuman dari publik, yakni dikecam dan dihujat habis-habisan. Mereka dianggap tidak memanfaatkan bantuan yang diberikan secara benar dan bertentangan dengan tujuan awal pemberian smart TV tersebut.

Presiden Prabowo Subianto memiliki rencana besar dalam memperkuat sistem pendidikan di Indonesia. Ia ingin 330.000 sekolah di seluruh Indonesia memiliki Smart TV atau layar televisi cerdas untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Menurut Prabowo, layar-layar tersebut dapat digunakan untuk menayangkan konten-konten terkait pelajaran yang diajarkan di sekolah.

Ia menjelaskan bahwa dengan layar-layar cerdas tersebut, pemerintah dapat menerapkan pendidikan jarak jauh yang menjangkau daerah-daerah terpencil di berbagai wilayah. Selain itu, Smart TV ini juga dapat digunakan untuk memonitor jalannya kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah. Dengan demikian, semua siswa dapat memperoleh akses pendidikan yang sama, baik di daerah perkotaan maupun pedesaan.

Penulis: Nida’an Khafiyya