Investasi Besar AS dalam Pembangunan Bandara Internasional Bishoftu
Amerika Serikat (AS) telah menyetujui investasi besar dalam pembangunan bandara baru di Ethiopia. Dalam kesepakatan tersebut, Washington akan menyediakan dana sebesar 10 miliar dolar AS (sekitar Rp166 triliun) untuk membangun bandara terbesar di Afrika. Proyek ini menjadi salah satu inisiatif bisnis besar pertama Presiden Donald Trump di kawasan Afrika bagian timur. Selama beberapa bulan terakhir, Trump telah menunjukkan keinginan untuk mengurangi pengaruh China di benua tersebut.
Pembangunan Bandara Internasional Bishoftu akan menjadi langkah penting bagi Ethiopia dalam mewujudkan ambisi menjadi pusat aviasi di Afrika. Bandara yang berlokasi sejauh 40 km dari Addis Ababa ini akan menempati lahan seluas 34 km persegi. Pada tahap awal, bandara ini dirancang mampu menampung hingga 60 juta penumpang setiap tahun. Di masa depan, kapasitasnya akan ditingkatkan hingga mencapai 110 juta penumpang per tahun.
Keterkaitan dengan Boeing dan Ethiopian Airlines
Investasi AS ini merupakan hasil dari kunjungan yang dilakukan oleh Penasehat Senior AS untuk Afrika, Massad Boulos, ke Addis Ababa. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama antara Boeing dan Ethiopian Airlines. Menurut Boulos, Development Finance Corporation (DFC) serta institusi lainnya mendukung rencana pembangunan bandara tersebut.
“Kami akan bekerja sama dengan banyak proyek terkait Boeing. Boeing memiliki hubungan sangat kuat dengan Ethiopian Airlines. Royal Air Maroc dan maskapai lainnya di Afrika juga terlibat dalam proyek ini,” ujar Boulos pada Rabu (1/10/2025).
Pengadaan Pesawat oleh Ethiopian Airlines
Ethiopian Airlines, maskapai penerbangan utama di Afrika, telah merencanakan ekspansi strategis dengan membuka rute penerbangan baru. Pada Maret 2024, maskapai ini mengumumkan rencana pembelian 124 pesawat dari Boeing dan Airbus. Total pesanan terdiri dari 34 pesawat Boeing tipe B737-8s, 2 tipe B777-200Fs, 8 tipe B777-9s, dan 11 tipe B7b7-9s. Sisanya dibeli dari Airbus.
Maskapai ini diperkirakan akan menerima 16 pesawat pesanan pada tahun fiskal yang dimulai Juli 2024. Namun, adanya kendala teknis membuat pengiriman pesawat dari Boeing tertunda.
Rencana Tambahan Pesawat Jet Regional
CEO Ethiopian Airlines, Mesfin Tasew Bekele, mengungkapkan bahwa maskapai tersebut berencana untuk menambah armada sebanyak 20 pesawat jet regional. Saat ini, Ethiopian Airlines sedang mengevaluasi opsi pembelian pesawat Embraer E2, Airbus A220, atau Boeing 737 MAX 7.
Pada Juni lalu, Ethiopian Airlines membuka rute penerbangan ke Sharjah, Uni Emirat Arab (UEA). Pembukaan rute ini menunjukkan rencana maskapai untuk meningkatkan armadanya dan memperluas jaringan penerbangan antar kawasan Afrika dan Timur Tengah.
