Berhasil Menang, Barito Putera Keluar Dari Zona Degradasi

Publica.id, Cikarang – Tim Barito Putera bukan hanya meraih kemenangan perdana saat meladeni PSM Makasar (2-0) dipertandingan pekan kelima Liga 1 2021/22, Senin (27/9/2021) di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang. Laskar Antasari juga berhasil keluar dari zona degradasi sementara.

Sejak kompetisi bergulir, Laskar Antasari masuk dalam perangkap zona degradasi. Bahkan asuhan Djadjang Nurdjaman sempat menempati posisi juru kuci akibat kalah dari Bali (1-2) dan Persikabo (0-3). Kemudian satu poin didapat dari pertemuan Borneo FC yang berakhir imbang 1-1.

Dengan kemenangan atas PSM Makassar dipertemuan kali ini, Barito Putera berada di peringkat 14 dengan 4 poi. Kini tiga tim penghuni zona degradasi, Persela Lamongan (poin 3), Persiraja (3), dan Persebaya (3).

Duel Barito Putera versus PSM Makassar kemarin, berjalan alot dengan menciptakan banyak peluang. Gol pembuka akhirnya hadir melalui sundulan Aleksandar Rakic pada menit ke-48. Striker Barito Putera asal Serbia itu dengan mantap menyundul bola hasil umpan silang dari Bagas Kaffa, skor 1-0 untuk Laskar Antasari.

Tertinggal satu gol, permainan PSM makin terbuka supaya mereka bisa mengimbangi skor. Tapi Erwin Gutawa tampil tak biasa pada laga ini, hingga akhirnya Barito mampu menciptakan gol kedua pada menit ke-60.

Rafinha mencatatkan namanya di papan skor setelah tendangan mendatar gelandang asal Brasil itu tak bisa dijangkau oleh Syaiful. Kredit untuk umpan jauh dari Luthfi Kamal, yang bisa menggapai Rafinha dengan baik.

Pertandingan makin panas karena PSM tertinggal, dan Barito cukup membuat mereka frustrasi. Wasit pun sempat menarik kartu kuning untuk ofisial Barito, hingga pelatih kepala dari PSM, Milomir Seslija.

Akhir laga, skor 2-0 untuk Barito tidak berubah. Ini merupakan kemenangan perdana untuk Barito musim ini, sementara ini adalah kekalahan pertama untuk PSM dari lima pertandingan awal kompetisi.

“Saya mengapresiasi penampilan pemain yang cukup disiplin di semua lini. Anak-anak mampu menjawab keraguan selama ini, apalagi banyak kritikan membangun,” ungkap Djadjang.  (lah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *