Program Internet Gratis untuk Masyarakat Sekitar Titik Landing Station
PT Supra Primatama Nusantara (Biznet) telah mengambil langkah inovatif dengan memberikan layanan internet gratis kepada lebih dari 300 kepala keluarga (KK) yang tinggal di sekitar lokasi pendaratan kabel bawah laut milik perusahaan. Program ini bertujuan untuk memperluas akses internet bagi masyarakat yang sebelumnya kesulitan mendapatkan layanan koneksi digital.
Vice President Marketing Biznet, Hutomo Siswanto, menjelaskan bahwa program ini sudah mencapai berbagai wilayah seperti Jembrana, Serang, Karawang, Gresik, Bangka Barat, Lampung Selatan, dan Banyuasin. Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada keberadaan titik landing station dari jaringan kabel bawah laut Biznet Nusantara Cable System (BNCS).
“Kabupaten-kabupaten yang dipilih bukan karena keinginan kami sendiri, melainkan hasil koordinasi dengan pemerintah daerah dan Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ujar Hutomo dalam Konferensi Pers di Jakarta, Rabu (1/10/2025).
Menurut Hutomo, sebagian besar area di sekitar titik landing station ini terdapat kampung nelayan yang masih mengalami kesulitan dalam mendapatkan akses internet. Oleh karena itu, Biznet memutuskan untuk menyediakan layanan internet gratis sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap masyarakat setempat.
“Dengan adanya proyek BNCS-2 yang akan menghubungkan Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa, program ini akan terus dilanjutkan. Kami berharap bisa menjangkau lebih banyak warga, khususnya yang tinggal di daerah yang belum terjangkau internet,” tambahnya.
Selain layanan internet gratis, Biznet juga menyiapkan dua layanan khusus yaitu EducationNET dan HealthNET. Kedua produk ini menawarkan bandwidth yang lebih besar dengan harga terjangkau untuk mendukung transformasi digital di sektor pendidikan dan kesehatan.
“Kami memahami bahwa kebutuhan konektivitas tidak hanya terbatas pada kebutuhan operasional instansi, tetapi juga bagaimana koneksi internet yang handal dapat memaksimalkan proses belajar. Di sektor kesehatan juga banyak alat yang membutuhkan koneksi yang lebih stabil,” jelas Hutomo.
Tidak hanya itu, Biznet juga menghadirkan layanan Biznet Hotspot, yaitu internet gratis yang tersedia di area-area instansi pendidikan dan kesehatan. Layanan ini dirancang untuk meningkatkan aksesibilitas internet bagi masyarakat luas.
Hutomo menilai bahwa meskipun jumlah penyedia layanan internet di Indonesia saat ini mendekati 1.500, kondisi ini justru menjadi kompetisi yang sehat. Semakin banyak pilihan layanan, semakin baik kualitas internet yang bisa dinikmati masyarakat.
“Semakin banyak pilihan bagi masyarakat, semakin baik kualitas internet di Indonesia,” tegasnya.
Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), penetrasi pengguna internet di Indonesia meningkat dari 79,5% pada 2024 menjadi 80,66% pada 2025 atau setara dengan 229 juta jiwa. Hutomo menilai tren ini menjadi indikasi bahwa kebutuhan masyarakat terhadap internet semakin meningkat dan harus didukung oleh infrastruktur yang kuat.
“Biznet ingin memastikan Indonesia tidak hanya terkoneksi, tapi terkoneksi dengan cepat, stabil, dan merata,” tutup Hutomo.
