Kerja Sama Strategis BPKH dengan RUA AlHaram AlMakki Company
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengambil langkah penting dalam memperluas keterlibatan Indonesia di ekosistem haji global. Dengan menandatangani dua Nota Kesepahaman (MoU) bersama RUA AlHaram AlMakki Company, yang merupakan pengembang utama yang sepenuhnya dimiliki oleh Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi, BPKH membuka peluang investasi strategis di kawasan King Salman Gate. Proyek ini berada di sekitar Masjidil Haram dan dirancang untuk meningkatkan layanan serta kenyamanan jamaah haji dan umrah.
MoU Pertama: Pengembangan Properti dan Investasi Syariah
MoU pertama mencakup penjajakan investasi dalam pengembangan properti, akuisisi lahan, serta partisipasi dalam produk investasi syariah berkelanjutan di area seluas lebih dari 12 juta meter persegi. Proyek ini bertujuan menyediakan infrastruktur kelas dunia, meningkatkan akses, dan memperluas fasilitas jamaah, sambil tetap menjaga nilai-nilai kota suci Makkah.
Beberapa poin penting dari MoU ini meliputi:
- Pengembangan properti: BPKH akan terlibat dalam proyek pengembangan properti yang dirancang untuk mendukung kebutuhan jamaah haji.
- Akuisisi lahan: Kemitraan ini memberikan kesempatan bagi BPKH untuk memperoleh lahan yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan jamaah.
- Investasi syariah berkelanjutan: BPKH akan berpartisipasi dalam produk investasi yang sesuai dengan prinsip syariah dan berkelanjutan.
MoU Kedua: Kemitraan di Sektor Food and Beverage
MoU kedua berfokus pada kemitraan di sektor food and beverage (F&B), yang bertujuan untuk menghadirkan ragam kuliner yang mencerminkan keragaman umat Islam. Kemitraan ini juga membuka peluang usaha bagi pelaku lokal maupun internasional.
Beberapa aspek utama dari MoU ini adalah:
- Ragam kuliner: Proyek ini akan menawarkan berbagai pilihan makanan yang mencerminkan keberagaman budaya dan agama Islam.
- Peluang usaha: Kemitraan ini memberikan peluang bagi pelaku bisnis untuk berkembang di kawasan Tanah Suci.
Peran BPKH dalam Pengembangan Kawasan Masjidil Haram
Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, menyatakan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis bagi Indonesia untuk berkontribusi langsung pada pengembangan kawasan Masjidil Haram. Ia menegaskan bahwa kerja sama penjajakan investasi dengan RUA AlHaram AlMakki Company merupakan peluang penting bagi BPKH untuk berkontribusi langsung pada pengembangan kawasan di sekitar Masjidil Haram yang sangat dekat dengan kebutuhan jamaah haji.
Fadlul menambahkan bahwa kemitraan ini sejalan dengan upaya memperkuat kolaborasi global serta memperluas inovasi layanan bagi jamaah Indonesia. BPKH menilai keterlibatan dalam proyek King Salman Gate akan memberikan nilai tambah bagi jamaah sekaligus mendukung Pilgrim Experience Program dalam Vision 2030.
Meningkatkan Hubungan Indonesia-Arab Saudi
Kolaborasi antara BPKH dan RUA AlHaram AlMakki turut memperkuat hubungan Indonesia–Arab Saudi dalam peningkatan layanan, infrastruktur, dan pemberdayaan pelaku usaha di kawasan Tanah Suci. Kerja sama ini menunjukkan komitmen kedua negara untuk bekerja sama dalam meningkatkan kualitas layanan haji dan umrah serta memperkuat kerja sama bilateral.
