Publica Portal Berita Online
Bupati HSU Hadiri Vidcon Presiden RI dengan Agenda Pengendalian Karhutla Bupati HSU Hadiri Vidcon Presiden RI dengan Agenda Pengendalian Karhutla
Publica.id, Amuntai – Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H Abdul Wahid HK bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) HSU serta Satuan Kerja Perangkat... Bupati HSU Hadiri Vidcon Presiden RI dengan Agenda Pengendalian Karhutla

Publica.id, Amuntai – Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H Abdul Wahid HK bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) HSU serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait mengikuti Video Conference (Vidcon) arahan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo dengan agenda Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Mess Negara Dipa, Senin (22/2).

Acara meliputi laporan Menko Polhukam dilanjutkan dengan pengarahan oleh Presiden RI.

Peserta yang hadir langsung di Istana Merdeka adalah Gubernur Riau bersama Kapolda, Danrem 301 Wirabima dan Bupati Siak, Gubernur Sumsel bersama Pangdam II Sriwijaya, Kapolda dan Bupati Ogan Komering Ilir, Gubernur Kalimantan Tengah bersama Danrem 102 Panjupanjung, Kapolda, Bupati Pulang Pisau, Gubernur Kalimantan Barat bersama Pangdam XII Tanjungpura, Kapolda, Bupati Sanggau.

Pada pertemuan itu, Presiden RI meminta agar kepala daerah dibantu oleh TNI, Polri dan unsur Forkopimda lainnya untuk fokus terhadap masalah Karhutla.

Presiden meminta pimpinan daerah melakukan penegakan yang serius terhadap pelanggar jangan sampai ada masalah yang serius terhadap permasalahan Karhutla di Indonesia terutama di Provinsi Riau, Provinsi Sumsel, Provinsi Kalteng, dan Provinsi Kalbar.

Dalam arahan tersebut, Presiden Joko Widodo mengingatkan kepada seluruh kepala daerah serta TNI/Polri untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana Karhutla di daerahnya masing-masing.

“Perencanaan yang matang, yang detail, sinergi semakin kuat dan eksekusi lapangan yang semakin efektif,” ucap Jokowi.

Ia juga mengatakan, berdasarkan laporan BMKG tahun 2021 sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan masih mendapatkan hujan menengah tinggi hingga bulan April, La-Nina masih akan bertahan hingga semester satu ini.

“Bulan Mei diperkirakan akan menjadi fase transisi dari musim hujan ke musim kemarau, tapi kita harus tetap waspada, jangan lengah,” pintanya.

Presiden juga mengaku sudah mendapatkan laporan kebakaran hutan dan lahan telah mulai terjadi sejak akhir Januari di beberapa daerah. “Di daerah Riau sudah terjadi 29 kejadian (Karhutla, red),” kata Jokowi.

Jokowi menambahkan, pada bulan Mei hingga Juli sebagian wilayah Kalimantan dan Sulawesi juga berpotensi terjadi Karhutla. Puncaknya di bulan Agustus dan September.

“Kita ini harus tahu betul-betul puncaknya kapan, sehingga persiapannya dimulai dari sekarang,” pesannya.

Jokowi juga menekankan kepada seluruh kepala daerah yang pertama prioritaskan upaya pencegahan dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Kedua, manajemen lapangan harus terorganisasi. Ketiga mencari solusi permanen mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan untuk ke depannya. Keempat penataan ekosistem gambut dan yang kelima jangan biarkan api membesar.

“Saya minta langkah penegakan hukum dilakukan tanpa kompromi. Penegakan hukum yang tegas kepada siapapun yang melakukan pembakaran hutan dan lahan baik itu milik korporasi maupun di masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Yoga Wiratama

Editor: Muchroni

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *