Publica Portal Berita Online
Buronan Kasus BBM di Amuntai Diciduk Saat Ingin Berlebaran bersama Keluarga Buronan Kasus BBM di Amuntai Diciduk Saat Ingin Berlebaran bersama Keluarga
Publica.id, Amuntai – Misran alias Imis, buronan terpidana kasus penyalahgunaan angkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) berhasil diciduk Kejaksaan Negeri (Kejari) Amuntai. Setahun lebih usai... Buronan Kasus BBM di Amuntai Diciduk Saat Ingin Berlebaran bersama Keluarga

Publica.id, Amuntai – Misran alias Imis, buronan terpidana kasus penyalahgunaan angkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) berhasil diciduk Kejaksaan Negeri (Kejari) Amuntai.

Setahun lebih usai divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Amuntai. Tim intelijen Kejari Amuntai melakukan penangkapan yang dipimpin oleh Rudi Firmansyah SH. MH selaku Kasi Intelijen Kejari HSU terhadap Imis.

Kepala Kejaksaan Negeri Amuntai Novan Hadian SH.MH mengungkapkan, Imis menjadi buron sejak Mei 2020. Perburuan terhadap pelaku perkara tindak pidana pelanggaran izin angkutan dan usaha BBM itu terus dilakukan. Namun selama setahun Imis hilang sehingga masuk ke dalam DPO (Daftar Pencarian Orang).

“Terpidana tersebut diamankan di kawasan Amuntai Tengah tidak jauh dari rumahnya, tepatnya di pasar Ramadhan depan Masjid di Desa Palampitan Hilir sekitar pukul 14.30 Wita. Selanjutnya terpidana diamankan tanpa perlawanan,” kata Novan saat memberikan keterangan di kantornya, Selasa (11/05/2021).

Tim intelijen Kejaksaan Amuntai melakukan pengintaian terhadap Imis, setelah mendapat informasi yang bersangkutan berada di pasar ramadhan depan masjid. Imis disebut ingin menemui temannya. Namun keberadaannya terdeteksi aparat kejaksaan hingga akhirnya tertangkap.

“Terpidana ini bermaksud pulang ke rumah dan ingin berlebaran di sini, namun di depan salah satu masjid saat ingin menemui temannya kepergok tim intel kejaksaan dan diamankan saat itu juga,” beber Novan.

Amuntai

Berdasarkan rekam jejak di Kejaksaan Negeri Amuntai, Imis terjerat hukum pada 2020. Saat itu yang bersangkutan didakwa atas pelanggaran tindak pidana kegiatan pengangkutan dan niaga BBM yang tidak memiliki izin usaha.

Baca juga berita lainnya:  Tenggelam ke Sungai Martapura Kejar Buronan, Anggota Polsek Banteng Kini Ditemukan

Dalam amar putusan pengadilan, terpidana terbukti melakukan tindak pidana kegiatan mengangkut minyak bumi tanpa izin. Saat ingin dieksekusi Imis pun menghilang dan kabur dari Amuntai.

“Yang bersangkutan segera kami limpahkan ke pengadilan negeri dan lapas Amuntai untuk segera diproses menjalani masa tahanan atas pelanggaran yang dilakukannya, yakni Pasal 53 huruf b dan d jo Pasal 23 ayat (2) huruf b dan d UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas,” imbuh Novan Hadian.

Reporter: M Yoga Wiratama

Editor: Ahya Firmansyah

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *