Proyek Jalan Tol Demak–Tuban: Konektivitas dan Dampak Ekonomi yang Diharapkan
Proyek Jalan Tol Demak–Tuban kembali menjadi perhatian publik. Sebagai bagian dari Jalan Tol Trans-Jawa jalur utara, proyek ini diharapkan menjadi penghubung penting antara Semarang hingga Gresik. Rencana pembangunan ini melintasi wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dan akan melewati 39 desa di sembilan kecamatan. Salah satu wilayah yang terdampak adalah Kecamatan Winong, dengan delapan desa masuk dalam trase awal proyek.
Meski saat ini belum ada kepastian resmi mengenai waktu pelaksanaan pembangunan, Pemerintah Kabupaten Pati tetap mendukung realisasi proyek ini. Jalan tol ini dinilai strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, memperlancar distribusi logistik, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah di Pantura Jawa.
Jalan Tol Demak–Tuban diharapkan mampu mengurai kemacetan di jalur Pantura, memangkas waktu tempuh antarkota, serta menjadi motor penggerak perekonomian Jawa Tengah dan Jawa Timur, khususnya daerah-daerah yang dilalui seperti Kabupaten Pati.
Jaringan Jalan Tol yang Terbentuk
Secara jaringan, Jalan Tol Demak–Tuban akan menghubungkan:
– Tol Semarang–Demak di sisi barat
– Tol Tuban–Lamongan–Gresik di sisi timur
Dengan demikian, tol ini akan menjadi bagian dari Jalan Tol Lintas Pantai Utara (Pantura) yang menghubungkan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Investasi dan Biaya Proyek
Berdasarkan data Kementerian PUPR, proyek Tol Demak–Tuban diperkirakan menelan total investasi sebesar Rp 45,71 triliun. Rinciannya sebagai berikut:
– Rp 2,68 triliun untuk pembebasan lahan (porsi pemerintah)
– Rp 32,46 triliun untuk biaya konstruksi yang dikerjakan secara bertahap
Spesifikasi Teknis Jalan Tol Demak–Tuban
Jalan tol ini dirancang dengan spesifikasi teknis sebagai berikut:
– 2×2 lajur dalam satu jalur
– Lebar lajur: 2,6 meter
– Bahu dalam: 1,5 meter, bahu luar: 3 meter
– Lebar median (termasuk bahu dalam): 5,5 meter
– Lebar ruang milik jalan (Rumija): minimal 80 meter
– Lebar zona bebas jalan utama: 9 meter
Jika telah beroperasi penuh, volume lalu lintas diperkirakan mencapai 12.300 kendaraan per hari.
Jadwal Konstruksi Bertahap
Pembangunan Jalan Tol Demak–Tuban direncanakan berlangsung dalam dua tahap:
– Tahap I:
– Mulai: Kuartal III (Q3) 2024
– Selesai: Kuartal II (Q2) 2026
– Tahap II:
– Mulai: Kuartal I (Q1) 2027
– Target rampung: Kuartal IV (Q4) 2028
Jika sesuai rencana awal, sebagian ruas tol ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2026.
Wilayah yang Terkena Dampak
Berikut adalah daftar desa yang terkena dampak proyek Jalan Tol Demak–Tuban:
1. Kecamatan Gabus
– Babalan,
– Banjarsari,
– Gebang,
– Gempolsari,
– Karaban,
– Koripandriyo,
– Kosekan,
– Pantirejo,
– Penanggungan,
– Plumbungan,
– Soko,
– Sunggingwarno,
– Tanjang,
– Wuwur
2. Kecamatan Jaken
– Kebonturi,
– Mojoluhur,
– Sriwedari,
– Sumberarum
3. Kecamatan Kayen
– Talun
4. Kecamatan Pati
– Gajahmati
5. Kecamatan Jakenan
– Jakenan,
– Jatisari,
– Karangrejo Lor,
– Mantingan Tengah,
– Sidomulyo
6. Kecamatan Pucakwangi
– Grogolsari,
– Karangrejo,
– Plosorejo
7. Kecamatan Winong
– Karangkonang,
– Kebowan,
– Klecoregonang,
– Mintorahayu,
– Sarimulyo,
– Tanggel,
– Tawangrejo,
– Desa Winong.
8. Kecamatan Sukolilo
– Wotan
9. Kecamatan Batangan
– Desa Kuniran
– Desa Sukoagung
