Di Tangan Masrani, Kayu Pulantan dan Pantung Menjadi Kerajinan Bernilai

Di Tangan Masrani, Kayu Pulantan dan Pantung Menjadi Kerajinan Bernilai

Juni 23, 2022 0 By publica id

Publica.id, Marabahan – Di tangan seorang warga bernama Masrani (56) atau Utuh Kumpang, warga Desa Jelapat Baru Kecamatan Tamban, bahan baku kayu pulantan dan kantung pantung serta ditambah stek eskrim bisa dibuat menjadi kerajinan tangan berupa miniatur.

Miniatur berupa perahu kecil yang ditumpangi ibu penjual buah, terlihat mirip dengan aslinya seperti pedagang di Pasar Terapung dengan detil cukup lengkap.

Pembuatan miniatur perahu ini sudah belasan tahun ditekuni oleh Masrani. Potongan kayu pulantan dan kayu pantung diukir menggunakan peralatan sederhana seperti gergaji, gerinda dan amplas membentuk miniatur perahu kecil ini.

Untuk membuat miniatur perahu ini, pada tahap pertama Masrani memotong kayu menyesuaikan ukuran yang akan dibuat, kemudian kayu dibelah dan dibentuk bakal patung. Selanjutnya, proses penjemuran dilakukan 3 sampai 4 hari supaya kayu kuat dan tidak memuai, baru kemudian diamplas sesuai bentuk yang diinginkannya.

Di tangan perajin Masrani, kayu pulantan dan pantung mampu disulap menjadi kerajinan tangan bernilai. Foto-ist

Setelah perahu rapi lalu ditambah stik eskrim sebagai dayung agar terlihat menarik, dan untuk menyerupai aslinya, patung penjual, buah buahan dan miniatur mesin tempel dari kayu sisa bahan pembuatan miniatur perahu sebelumnya.

Untuk membuat miniatur perahu seperti ini, dalam satu hari Masrani bisa membuat 5 sampai 10 unit, tergantung seberapa besar ukuran dan bentuknya.

“Tergantung ukuran dan bentuknya. Makin kecil dan rumit membutuhkan waktu lebih lama, karena memerlukan ketelitian lebih tentunya,” kata Masrani, Kamis ( 23/6/2022).

Untuk harga miniatur perahu sesuai dengan bentuk dan ukurannya. Miniatur perahu termurah dijual Masrani dengan kisaran harga dari Rp 35.000 sedangkan ukuran besar hingga jutaan rupiah.

Sementara peminat miniatur perahu dan ukiran kayu hasil kerajinan tangannya, tidak hanya banyak diminati warga sekitarnya, tapi juga luar kabupaten seperti Lokbaitan, Kabupaten Banjar dan Banjarmasin.

Selain membuat miniatur perahu, Masrani juga membuat  berbagai bentuk kumpang atau pegangan parang dan golok dari kayu.

“Kebanyakan motif kumpang yang banyak dipesan pelanggannya adalah berbentuk naga,” pungkasnya.(IBR/AFR)