Publica Portal Berita Online
Diduga Petahana Lakukan Pelanggaran Serius, Tim AnandaMu Melapor ke Bawaslu Diduga Petahana Lakukan Pelanggaran Serius, Tim AnandaMu Melapor ke Bawaslu
Publica.id, Banjarmasin – Pasangan Calon petahana Ibnu Sina – Arifin Noor dilaporkan penantangnya pada Pemilihan Wali Kota (Pilwali) 2020 lalu ke Badan Pengawas Pemilu... Diduga Petahana Lakukan Pelanggaran Serius, Tim AnandaMu Melapor ke Bawaslu

Publica.id, Banjarmasin – Pasangan Calon petahana Ibnu Sina – Arifin Noor dilaporkan penantangnya pada Pemilihan Wali Kota (Pilwali) 2020 lalu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalsel, Selasa (12/1/2021) sore.

Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota nomor 4 pada Pemilihan Wali Kota Banjarmasin 2020 Ananda-Mushaffa menyambangi Kantor Bawaslu Kalsel di Jalan RE Martadinata didampingi Ketua Tim Penasehat Hukum Dr Bambang Widjojanto guna melaporkan adanya dugaan pelanggaran pemilu pada Pilwali 2020 tadi.

Tim AnandaMu menyakini adanya sejumlah pelanggaran yang terjadi dan dilakukan pasangan calon petahana nomor urut 2 Ibnu Sina – Arifin Noor.

“Bahwa Paslon No 2 Ibnu Sina-Arifin Noor diduga kuat telah melakukan pelanggaran serius dalam Pilkada Kota Banjarmasin 2020,” terang Dr Bambang Widjojanto.

Dugaan pelanggaran dalam Pilkada Kota Banjarmasin tahun 2020 tersebut telah diuraikan secara rinci dan lengkap dalam Laporan Pelanggaran yang disertai puluhan alat bukti yang mendukung dalil-dalil hukum Pelapor.

“Terdapat 56 (lima puluh enam) alat bukti yang telah diserahkan ke Bawaslu Kalsel yang mungkin saja masih akan bertambah,” ucap mantan Komisioner KPK periode 2011-2015 tersebut.

Dia menambahkan, bahwa pelanggaran atau kecurangan oleh Paslon tersebut pada intinya dilakukan pada dua tahap yang sangat krusial dan dianggap memberikan dampak signifikan pada Pilkada Kota Banjarmasin tahun 2020.

“Pertama, pada saat Ibnu Sina masih menjabat sebagai wali kota aktif atau belum mendaftar sebagai Paslon, yang dengan cerdik memanfaatkan posisinya sebagai wali kota aktif untuk melakukan “kampanye terselubung”.” urai Bambang.

Kedua, pihak Ananda menguraikan pelanggaran dilakukan pada masa kampanye dan masa tenang Pilkada, dimana berbagai pelanggaran serius telah terjadi termasuk dengan melibatkan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam melakukan kampanye dan mempengaruhi warga untuk menjatuhkan pilihannya pada Paslon No 2.

“Yang jelas, kami mendalilkan pelanggaran atas ketentuan Pasal 71 Ayat (3) dan Pasal 73.UU Pilkada 10 No. 2016,” ucapnya di hadapan wartawan.

Dr. Bambang Widjojanto tidak bersedia membuka lebih jauh mengenai pelanggaran yang dimaksud. Beliau menyatakan menghormati institusi Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan sebagai otoritas yang berwenang menindak lanjuti laporan.

“Untuk itu biarlah Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan bekerja secara objektif berdasarkan norma-norma hukum yang berlaku. Kami telah serahkan laporan kami secara lengkap yang disertai bukti-bukti yang telah kami verifikasi dengan ketat dan Insya Allah laporan akan terjadinya Pelanggaran Pilkada ini adalah riil dan tidak mengada-ngada,” jelasnya.

Pihaknya percaya bahwa Bawaslu Kalsel adalah lembaga yang terhormat dan dapat dipercaya dan akan bekerja membahas laporan secara sungguh-sungguh dan profesional.

“Oleh karena itu, bagaimana laporan dan apa hasil telaah serta rekomendasi Bawaslu Kalsel marilah kita tunggu hasilnya dalam beberapa hari ini,” sebut Bambang.

Sebagai penutup, Bambang Widjojanto menyampaikan bahwa Paslon Hj Ananda-Mushaffa Zakir Lc sangat menghormati hukum sehingga langkah untuk mempersoalkan kecurangan Paslon 02 Ibnu Sina-Arifin Noor dilakukan melalui koridor hukum yang tersedia.

“Bahwa Pilkada adalah proses dan hasil hukum yang harus menjunjung tinggi prinsip-prinsip kejujuran, keadilan serta demokrasi. Oleh karena itu hendaknya tidak dinodai dengan praktek curang dengan cara menjanjikan atau memberikan uang kepada warga, agar warga bersedia mencoblos yang bersangkutan,” pungkasnya.

Editor: Ahya Firmansyah

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *