Teknologi

Digitalisasi: Kunci UMKM Perluas Pasar, BAKTI Komdigi Sosialisasi di Sukabumi

Peran Digitalisasi dalam Pemberdayaan UMKM dan Masyarakat

Digitalisasi kini menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi perkembangan bisnis, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam acara Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Digitalisasi di Sukabumi, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Layanan TI Masyarakat dan Pemerintah, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Komdigi, Yulis Widyo Marfiah menyampaikan bahwa digitalisasi tidak hanya membantu memperluas pasar, tetapi juga meningkatkan daya saing usaha.

Acara ini diselenggarakan untuk berbagai kelompok masyarakat, termasuk pelaku UMKM, ibu rumah tangga, mahasiswa, hingga guru. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya digitalisasi dalam kehidupan sehari-hari dan bisnis.

Yulis menegaskan bahwa tantangan UMKM saat ini bukan lagi soal produksi, melainkan strategi digital. Ia menekankan bahwa perlu adanya inovasi dan adaptasi terhadap teknologi agar bisa bertahan di era digital.

Kompetisi Hidden Gem 2025: Mendukung UMKM Lokal

Dalam acara tersebut, BAKTI Komdigi juga memperkenalkan Kompetisi Hidden Gem 2025. Kompetisi ini bertujuan untuk mendukung UMKM lokal dengan berbagai inovasi dan strategi digital. Kompetisi akan berlangsung dari 26 Agustus hingga 31 Oktober 2025 untuk pendaftaran, dilanjutkan seleksi dan penjurian pada 1–27 November 2025, serta pengumuman pemenang pada 28 November 2025.

Program transformasi digital BAKTI Komdigi fokus pada pemberdayaan desa dan UMKM, menciptakan ekosistem digital yang inklusif, berkelanjutan, dan menguntungkan bagi semua lapisan masyarakat Indonesia.

Literasi Digital dan Kesiapan Warga Sukabumi

Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Sukabumi, Ujang Zulkifli, menyatakan bahwa sebanyak 72% warga Sukabumi sudah menggunakan internet dan media sosial. Namun, tingkat pendidikan warga masih menjadi perhatian khusus dalam program literasi digital.

Ujang menekankan bahwa pendekatan konsisten kepada warga sangat penting agar informasi yang disampaikan dari hulu bisa sesuai dan sama hingga hilir. Ia menjelaskan bahwa ilmu yang disampaikan dalam seminar ini sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Sukabumi.

Teknologi sebagai Hak Bersama yang Harus Dimanfaatkan Secara Bijak

Dewan Pengawas BAKTI Komdigi sekaligus tokoh masyarakat Sukabumi, Arfa Gunawan, menyampaikan bahwa teknologi merupakan hak seluruh masyarakat Indonesia yang harus dimanfaatkan secara bijak. Ia menyebut bahwa teknologi ibarat pisau bermata dua, bisa memberikan dampak positif atau negatif.

Arfa menambahkan bahwa masyarakat kini memiliki peluang untuk menjadi kreator konten, YouTuber, atau artis dengan memanfaatkan teknologi digital. Komdigi berkomitmen memfasilitasi peluang tersebut melalui berbagai program, salah satunya seminar digitalisasi.

Pentingnya Personal Branding dalam Era Digital

Dalam sesi sosialisasi, sejumlah praktisi dan ahli dihadirkan untuk sharing pengetahuan kepada para peserta. Praktisi Digital Marketing Guntur Sinaga menyampaikan materi pentingnya personal branding bagi pelaku UMKM dan profesional di era digital.

Guntur menjelaskan bahwa personal branding adalah citra atau cara orang melihat diri seseorang. Ia menekankan tiga elemen penting dalam membangun personal branding, yakni nilai yang diperjuangkan, kekuatan atau alasan orang harus percaya, serta gaya komunikasi yang membuat orang mau mendengarkan.

Strategi Hybrid untuk Menaikkan Omset UMKM

Koordinator UMKM Naik Kelas Kota Sukabumi, Sri Puji Rahayu, memaparkan bahwa digitalisasi terbukti dapat menaikkan omset UMKM melalui strategi online-offline. Ia menjelaskan langkah awal digitalisasi usaha dimulai dari membuat akun media sosial bisnis, menggunakan aplikasi pendukung, dan mempelajari pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) digital.

Pemasaran digital sederhana namun efektif dapat dilakukan melalui WhatsApp Marketing, posting rutin konten berkualitas, dan memanfaatkan marketplace.

Tantangan dalam Transformasi Digital UMKM

Praktisi digitalisasi, Imam Hidayatullah, mengungkapkan bahwa UMKM di Sukabumi masih menghadapi sejumlah tantangan dalam transformasi digital. Tantangan tersebut meliputi literasi digital yang masih rendah, keterbatasan akses internet, kurangnya pendampingan, serta metode konvensional yang masih dominan.

Imam menekankan strategi penguatan UMKM menuju digitalisasi harus mencakup pelatihan dan literasi digital, dukungan infrastruktur dan internet, inkubasi bisnis digital, serta kolaborasi antara pemerintah dan swasta.

Pentingnya Literasi Digital dan Keamanan Siber

Syakir menekankan pentingnya penguatan pada empat aspek, yakni digital skill, etik digital, digital safety, dan digital culture. Yang paling penting, menurutnya, adalah menjaga data pribadi agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Penulis: Nida’an KhafiyyaEditor: Nida’an Khafiyya