Publica Portal Berita Online
Dijanjikan Melalui Kartu Baiman 2, Tim AnandaMu Siap ‘Pasang Badan’ untuk Warga Sungai Gampa Dijanjikan Melalui Kartu Baiman 2, Tim AnandaMu Siap ‘Pasang Badan’ untuk Warga Sungai Gampa
Publica.id, Banjarmasin – Kuasa Hukum Tim AnandaMu angkat bicara soal adanya keluhan ratusan warga Sungai Gampa RT 22 Kelurahan Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara.... Dijanjikan Melalui Kartu Baiman 2, Tim AnandaMu Siap ‘Pasang Badan’ untuk Warga Sungai Gampa

Publica.id, Banjarmasin – Kuasa Hukum Tim AnandaMu angkat bicara soal adanya keluhan ratusan warga Sungai Gampa RT 22 Kelurahan Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara.

Ini terkait janji dan akses Kartu Banjarmasin Baiman 2 yang diberikan kepada warga oleh seseorang mengaku sebagai tim pemenangan Paslon Walikota Banjarmasin Ibnu Sina – Arifin Noor pada Oktober Tahun 2020 lalu.

Padahal dengan kartu ini, masyarakat dijanjikan dapat menukarkannya dengan sejumlah fasilitas mulai dari pengobatan gratis di dokter pribadi pada tempat praktek yang telah ditentukan, serta bantuan dan santunan lainnya sesuai dengan syarat yang berlaku namun fasilitas itu semua tak kunjung bisa digunakan.

“Terkait keluhan warga tersebut, kami atas nama Kuasa Hukum Tim AnandaMu sangat menyayangkan apabila apa yang diberitakan tersebut benar adanya. Menurut kami Aparat Penegak Hukum termasuk Bawaslu harus pro-aktif melakukan pengecekan di lapangan soal kebenaran yang dapat dikategorikan kecurangan dan merupakan bagian dari praktek Money Politics dalam Pilkada Banjarmasin Tahun 2020,” tegas Kuasa Hukum Tim AnandaMu Dede Maulana SH yang didampingi oleh M Ilham Fiqri, SH MH dan Muhammad Rizky Hidayat SH MKn.

Pihaknya sendiri akan segera mendatangi warga Sungai Gampa tersebut untuk mengecek kebenaran berita yang diangkat oleh banyak media itu. Bahkan pihaknya siap melaporkannya ke Bawaslu Kota Banjarmasin sebab dianggap merupakan pelanggaran serius.

“Atau kalau warga ingin melaporkan langsung ke Bawaslu, kami siap untuk mendampingi jika memang diperlukan,” lanjutnya.

Baginya menjanjikan sesuatu kepada masyarakat untuk memilih calon tertentu jelas merupakan pelanggaran undang-undang Pilkada.

“Apalagi dalam kasus ini ada yang dijanjikan namun tidak jadi direalisasikan, bisa dikategorikan sebagai penipuan dan itu Pidana,” pungkasnya.

Editor: Ahya Firmansyah

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *