Teknologi

Direktur RSUD Muna Mundur Usai Keluhan Dokter Soal Fasilitas Rumah Sakit Viral

Kondisi RSUD Muna yang Menimbulkan Kontroversi

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna di Sulawesi Tenggara (Sultra), dr Muhammad Marlin, mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan ini dibenarkan oleh Bupati Muna Bachrun Labuta ketika dihubungi melalui pesan singkat. Ia hanya menyampaikan singkat dengan jawaban “Iya,” saat dikonfirmasi.

Publica.id berupaya mengonfirmasi langsung kepada dr Marlin, namun hingga berita ini diterbitkan, ia belum memberikan respons. Sebelumnya, Bupati Bachrun Labuta telah merencanakan mutasi terhadap jajaran di RSUD Muna. Hal ini dilakukan setelah munculnya viralnya curhatan seorang dokter mengenai kondisi alat kesehatan di rumah sakit tersebut.

Bachrun Labuta, yang saat itu masih berada di Jakarta, mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui secara pasti permasalahan yang terjadi di RSUD Muna. Namun, ia menyebut bahwa kejadian ini dipengaruhi oleh perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Muna.

Pada Jumat (21/11/2025), Bachrun menjelaskan bahwa dirinya sedang tidak berada di Muna dan sedang menjalankan kerja sama dengan sejumlah daerah. Ia juga menyatakan bahwa saat ini masih mencari informasi lebih lanjut terkait isu viralnya RSUD Muna karena minimnya fasilitas.

Menurutnya, Muna adalah kabupaten yang cukup berkembang, namun ia menghubungkan kondisi minimnya fasilitas RSUD Muna dengan anggaran yang sedang diefisienkan. “Saya belum tahu, tapi akar masalahnya itu kan selama ini di Muna itu suka hidup mewah. Dan sekarang kita lagi kekurangan uang dan efisiensi,” jelasnya.

Ia juga mengaku fokus pada pencarian kerja sama dan investor untuk meningkatkan perputaran ekonomi di Muna. “Apalagi tahun depan anggaran kita dikurangi dua kali lipat,” tambahnya.

Terkait pembenahan Rumah Sakit LM Baharuddin atau RSUD Muna, Bachrun mengatakan bahwa ia sudah mulai melakukan pembenahan sejak kemarin. Namun, ia menyatakan bahwa pembenahan akan dilakukan setelah proses mutasi selesai.

Keluhan Dokter Obgyn Mengenai Fasilitas Ruang Operasi

Seorang dokter spesialis obgyn, Ruhwati Kadir, meluapkan kekesalannya terhadap kondisi fasilitas ruang bedah di RSUD Muna. Dalam unggahannya di akun media sosial Instagram pribadinya, @ruhwati_docatyspog, ia menyebut terjadi insiden pada Kamis (20/11/2025) yang membuatnya kesal.

Ruhwati menjabarkan beberapa hal yang menurutnya tidak layak di RSUD Muna. Dalam satu hari, tiga orang harus menjalani operasi sesar. Namun, hanya tersedia dua duk kain yang digunakan untuk proses pembedahan. Ia pun kesal dan membandingkan kebutuhan ruang operasi yang dianggap tidak penting oleh pihak rumah sakit.

“Kalau urusan haha hihi, cepat loading. Ada terus baju untuk futsal atau jalan fun run,” jelasnya. Sementara itu, kain penutup pasien dan baju jubah operasi diminta tidak pernah ada.

Ruhwati menyoroti harga duk kain hanya Rp15 ribu namun tak bisa menjadi prioritas. Ia lalu menunjukkan deretan bukti foto yang telah didokumentasikannya saat proses pembedahan. “Saya bicara dengan bukti, saksikan operasi dengan asisten tanpa jubah,” katanya.

Selain itu, Ruhwati juga menunjukkan pengalas meja tanpa duk hanya menggunakan underpad saja. Ia mengeluhkan kondisi suhu ruangan yang tidak dingin. Apalagi, dalam proses pembedahan suhu ruang bedah harus dibuat dingin untuk menjaga sterilitas ruangan dan kenyamanan tim medis.

Suhu dingin membantu memperlambat pertumbuhan bakteri dan jamur, serta mencegah tim bedah berkeringat saat mengenakan pakaian steril berlapis-lapis. Ia juga mengabadikan kondisi bayi yang baru saja lahir secara sesar yang diletakkan bukan pada duk kain steril.

Duk kain steril untuk bayi adalah jenis produk medis steril yang digunakan untuk menjaga area luka atau tali pusar bayi tetap bersih dan terlindungi dari infeksi. Ruhwati merasa hal ini sudah keterlaluan sehingga membuatnya mengambil langkah untuk memviralkan kondisi RSUD Muna.

“Kalau tidak keterlaluan saya tidak akan ekspose seperti ini. Tapi kami bicara tidak pernah digubris. Kain sudah sangat tidak layak pakai. Sudah robek-robek tak berbentuk,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia juga mengunggah momen dirinya memutuskan benang operasi khusus untuk sesar yang rapuh. Benang tersebut gampang putus, membuatnya semakin kesal. “He ini rapuh kasian benangnya e, mau begini, mau talepas itu perutnya orang. Hancur, nda bisa dipake itu,” tuturnya dalam sebuah video.

Unggahan Ruhwati tersebut viral di media sosial dan kini RSUD Muna ramai menjadi sorotan publik. Publica.id berupaya mengonfirmasi Ruhwati Kadir atas postingannya tersebut melalui via direct message (DM) Instagram, namun belum mendapat jawaban. Begitu pula saat dikonfirmasi melalui WhatsApp Messenger telepon selulernya.

Penulis: Nida’an KhafiyyaEditor: Nida’an Khafiyya