Teknologi

Donasi Banjir Sumatera Capai Rp 10,3 Miliar via Live Streaming Ferry Irwandi

Gerakan Kemanusiaan yang Mengguncang Negeri

Penggalangan dana untuk korban banjir di Sumatera telah mencapai angka fantastis dalam waktu 24 jam. Aksi kemanusian ini dipimpin oleh Ferry Irwandi, seorang konten kreator dan aktivis literasi yang terkenal aktif dalam membahas berbagai isu sosial melalui media sosialnya.

Ribuan warganet ikut serta dalam gerakan solidaritas online yang dipimpin oleh Ferry Irwandi. Gerakan ini menunjukkan kekuatan masyarakat Indonesia dalam membantu sesama saat bencana melanda. Dalam waktu singkat, total dana yang terkumpul mencapai Rp10,3 miliar dengan lebih dari 87 ribu orang yang berdonasi.

Aksi pengumpulan dana dilakukan melalui rangkaian live streaming maraton yang disiarkan di beberapa platform digital. Respons masyarakat sangat luar biasa, dengan jumlah donasi yang terus bertambah sepanjang sesi siaran berlangsung.

Ferry Irwandi mengungkapkan bahwa dana donasi akan digunakan untuk wilayah Aceh Tamiang yang menjadi salah satu daerah terdampak paling parah akibat banjir. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh donatur yang telah berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.

Meski Aceh Tamiang menjadi prioritas utama, Ferry menegaskan bahwa bantuan akan disalurkan ke wilayah terdampak lainnya seperti Tapanuli, Aceh Utara, Aceh Tengah, Sibolga, Kabupaten Agam, hingga Palembayan. Ia menjelaskan bahwa tantangan terbesar adalah transportasi dan distribusi bantuan, yang sedang ia urus bersama tim relawan dan Kitabisa.com.

Penggalangan dana ini menjadi salah satu aksi kemanusiaan terbesar yang dipimpin figur publik sepanjang tahun berjalan. Selain membantu korban bencana, gerakan ini juga memperlihatkan kuatnya solidaritas warganet Indonesia saat musibah melanda berbagai daerah.

Korban Meninggal Bertambah

Korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, dan Provinsi Sumatera Barat terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat berdasarkan data sementara hingga Senin (1/12/2025) pukul 17.00 WIB, total korban meninggal dunia akibat bencana di tiga provinsi itu mencapai 604 jiwa.

Sementara itu, jumlah pengungsi yang tersebar di berbagai wilayah di ketiga provinsi tersebut mencapai 635.214 jiwa. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan di Sumatra Utara tercatat 283 jiwa meninggal dunia setelah tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) kembali menemukan korban yang sebelumnya dinyatakan hilang.

Korban tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Kota Padangsidimpuan, Deli Serdang, dan Nias. BNPB mencatat jumlah korban hilang mencapai 173 jiwa.

“Pengungsi tersebar di beberapa titik, antara lain 15.765 jiwa di Tapanuli Utara, 2.111 jiwa di Tapanuli Tengah, 1.505 jiwa di Tapanuli Selatan, 4.456 jiwa di Kota Sibolga, 2.200 jiwa di Humbang Hasundutan, dan 7.194 jiwa di Mandailing Natal,” kata pria yang akrab disapa Aam itu dalam Siaran Pers BNPB pada Selasa (2/12/2025).

Sementara itu, BNPB mencatat sebanyak 156 jiwa meninggal dunia di Provinsi Aceh hingga Senin (1/12/2025) sore. BNPB juga mencatat sebanyak 181 jiwa masih hilang. Korban tersebar di Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya.

Sedangkan peningkatan jumlah korban hilang dipicu laporan tambahan dari masyarakat. “Jumlah pengungsi mencapai 479.300 jiwa di berbagai kabupaten/kota, dengan konsentrasi tertinggi di Kabupaten Aceh Utara sebanyak 107.305 jiwa,” jelas Abdul Muhari.

BNPB mencatat sebanyak 165 jiwa meninggal dunia di Provinsi Sumatera Barat. Sedangkan 114 jiwa lainnya masih hilang. Korban tersebar di Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kota Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman Barat, Pasaman, Solok, Kota Solok, dan Pesisir Selatan.

“Total pengungsi mencapai 18.624 KK atau 122.683 jiwa, dengan jumlah tertinggi di Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Tanah Datar,” kata Abdul Muhari.


Penulis: Nida’an KhafiyyaEditor: Nida’an Khafiyya