Teknologi

Dua Tewas Diduga Karena Miras Oplosan di Sukaresik

Kecamatan Sukaresik Digegerkan dengan Kematian Mendadak Dua Warga

Kabar duka menyelimuti Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, setelah dua orang warganya dilaporkan meninggal secara mendadak pada Minggu (23/11/2025) malam. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran dan kebingungan di kalangan masyarakat setempat.

Berdasarkan informasi yang didapat, kedua korban diduga kuat meninggal dunia setelah menenggak minuman keras (miras). Kejadian ini langsung menarik perhatian aparat kepolisian setempat. Saat ini, jajaran Polres Tasikmalaya Kota tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap asal usul minuman mematikan tersebut.

AKP Yayu Wahyudi, Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota, membenarkan adanya insiden tersebut dan memimpin langsung proses penyelidikan. Menurutnya, laporan kejadian sudah dikirimkan ke Polres dan pihaknya sedang melakukan investigasi terkait sumber minuman yang dikonsumsi korban.

“Betul ada laporan kejadian, dan sudah dilaporkan ke Polres. Kami sekarang masih melakukan penyelidikan terkait asal usul minuman tersebut. Kejadiannya semalam (Minggu malam),” ujar AKP Yayu Wahyudi dalam keterangannya pada Senin 24 November 2025.

Ia juga memastikan bahwa jumlah korban meninggal dunia adalah dua orang dan saat ini keduanya telah dimakamkan oleh pihak keluarga.

“Meninggal dua orang, sudah dimakamkan. Untuk saat ini, proses penyelidikan dilakukan bersama Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota dan Unit Narkoba,” tambahnya.

Hingga saat ini, tim gabungan dari Polres Tasikmalaya Kota terus bekerja keras mengumpulkan barang bukti dan keterangan dari para saksi untuk mengetahui jenis dan sumber miras yang dikonsumsi korban. Salah satu fokus utama penyelidikan adalah dugaan bahwa minuman tersebut adalah miras oplosan.

“Terkait oplosan, masih diselidiki,” kata AKP Yayu Wahyudi.

Proses Penyelidikan Terus Berlangsung

Tim penyidik dari Polres Tasikmalaya Kota terus berupaya mengidentifikasi sumber minuman yang digunakan oleh korban. Mereka berkoordinasi dengan pihak lain seperti petugas kesehatan dan lembaga pengawasan minuman beralkohol. Selain itu, pihak kepolisian juga mencari tahu apakah minuman tersebut dijual secara ilegal atau tidak.

Beberapa saksi mata telah diperiksa untuk memperoleh informasi lebih lanjut tentang kejadian tersebut. Pemeriksaan ini dilakukan agar bisa mempercepat proses penyelidikan dan menemukan jawaban atas kematian mendadak yang terjadi.

Kekhawatiran Masyarakat

Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat. Banyak warga yang khawatir akan bahaya minuman keras, terutama jika berasal dari sumber yang tidak jelas. Beberapa dari mereka juga meminta pihak berwajib untuk lebih ketat dalam mengawasi peredaran minuman beralkohol di wilayah tersebut.

Selain itu, beberapa organisasi masyarakat juga mengajak pihak kepolisian untuk memberikan edukasi lebih lanjut kepada masyarakat tentang bahaya konsumsi minuman keras. Hal ini dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Langkah Pencegahan dan Edukasi

Untuk mencegah kejadian serupa, pihak kepolisian berencana melakukan sosialisasi lebih luas kepada masyarakat. Edukasi ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk tokoh agama, pemuda, dan organisasi masyarakat.

Selain itu, polisi juga akan memperketat pengawasan terhadap penjualan minuman keras, terutama di daerah-daerah yang rawan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa minuman yang beredar aman dan sesuai dengan standar hukum.

Penulis: Nida’an KhafiyyaEditor: Nida’an Khafiyya