Sekolah di Bumiayu Masih Terdampak Banjir, KBM Dihentikan Sementara
Beberapa sekolah dasar (SD) negeri di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, masih belum dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) pada Senin, 10 November 2025. Hal ini disebabkan oleh kondisi gedung sekolah yang masih terdampak banjir yang terjadi beberapa hari sebelumnya.
Menurut data dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes, ada empat SD yang tidak bisa digunakan untuk aktivitas belajar, yaitu SDN Kalierang 01, SDN Kalierang 02, SDN Kalierang 03, dan SDN Kalierang 04. Ruang kelas di sekolah-sekolah tersebut masih dipenuhi lumpur dan genangan air. Perabot seperti meja dan kursi siswa juga rusak akibat dampak banjir.
Kepala Dindikpora Brebes, Carida, menjelaskan bahwa aktivitas belajar di empat sekolah tersebut sementara dihentikan selama dua hari. Ia menyatakan bahwa pasca banjir, kondisi sekolah masih berantakan dan lumpur menggenangi ruang kelas. Para siswa yang datang diberikan kesempatan untuk membantu proses pembersihan.
Meski KBM diliburkan, sejumlah siswa tetap datang ke sekolah untuk membantu proses pembersihan. Mereka bekerja sama dengan petugas dari BPBD dan Damkar dalam menguras lumpur, mencuci perabot sekolah, serta menjemurnya di halaman sekolah. Tim Damkar juga turut membantu dengan menyemprot lantai agar lebih cepat bersih dari lumpur.
Proses pembersihan dilakukan secara kolaboratif antara BPBD, Damkar, dan tenaga pendidik. Carida menjelaskan bahwa sekolah diliburkan selama dua hari karena kondisi lantai masih licin dan beberapa ruang masih tergenang air. Ia menekankan pentingnya memastikan lingkungan sekolah benar-benar bersih dan aman sebelum KBM kembali normal.
Pihak Dindikpora berharap kegiatan belajar dapat kembali berjalan lancar setelah semua proses pembersihan selesai dan kondisi sekolah benar-benar pulih. Sampai saat ini, para siswa dan tenaga pendidik terus berupaya membersihkan sekolah agar bisa kembali digunakan untuk pembelajaran.
Proses Pembersihan yang Dilakukan
- Siswa dan petugas melakukan pengurasan lumpur dari ruang kelas
- Perabot seperti meja dan kursi dicuci dan dijemur di halaman sekolah
- Tim Damkar menyemprot lantai untuk mempercepat proses pembersihan
- BPBD dan Damkar turut berpartisipasi dalam pembersihan
- Tenaga pendidik juga ikut membantu dalam proses pembersihan
Kondisi Sekolah Pasca Banjir
- Ruang kelas masih tergenang air dan dipenuhi lumpur
- Perabot sekolah rusak akibat terjangan air
- Lantai sekolah masih licin dan berbahaya untuk digunakan
- Beberapa ruang masih memiliki genangan air yang harus dibersihkan
Upaya Bersama untuk Kembali Normal
- Kolaborasi antara siswa, guru, BPBD, dan Damkar dalam pembersihan
- Proses pembersihan dilakukan secara bertahap dan hati-hati
- Pihak Dindikpora memastikan lingkungan sekolah aman sebelum KBM dimulai kembali
- Semua pihak berkomitmen untuk mempercepat proses pembersihan
