Dampak Erupsi Gunung Semeru pada Layanan Kelistrikan
Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu (19/11) tidak hanya menimbulkan kerugian fisik, tetapi juga berdampak signifikan pada layanan kelistrikan di sejumlah wilayah Kabupaten Lumajang. Menurut informasi dari PLN, sebanyak 10 tiang listrik mengalami kerusakan parah, baik patah maupun hilang. Selain itu, gardu distribusi dengan kapasitas 100 KVA yang menyuplai listrik kepada sekitar 100 pelanggan juga terendam lahar erupsi.
Ahmad Mustaqir, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan pengecekan terhadap aset PLN di lokasi yang terdampak. Pemetaan area yang terkena dampak juga sedang dilakukan untuk memastikan kondisi jaringan kelistrikan.
“Kami terus berkoordinasi dengan BPBD dan stakeholder lainnya untuk memastikan kondisi aman dan siap dalam melaksanakan recovery jaringan kelistrikan yang terdampak,” ujarnya.
Pengalaman Warga Setempat
Salah satu warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Arista, mengungkapkan bahwa listrik di daerahnya sering mengalami pemadaman sejak erupsi terjadi. Ia mengatakan bahwa informasi yang ia dengar dari kelompok warga Lumajang menyebutkan bahwa gardu PLN terkena dampak erupsi.
“Ya, itu musibah. Meski ada gangguan, kami tetap bersyukur,” ujar Arista kepada Publica.id.
Kronologi Erupsi Gunung Semeru
Erupsi Gunung Semeru terjadi pada pukul 14.13 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter di atas puncak atau setara dengan 5.676 MDPL. Awan panas berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke utara dan barat laut.
Seismogram mencatat erupsi ini dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik. BPBD Kabupaten Lumajang melaporkan dua kecamatan yang terdampak, yaitu Pronojiwo dan Candipuro.
Situasi Pengungsi
Hingga Jumat pagi (21/11), jumlah warga yang mengungsi mencapai 499 jiwa. Sebanyak 21 rumah rusak parah dan 124 hewan ternak mati akibat bencana ini. Para pengungsi tersebar di beberapa lokasi, antara lain:
- SD 04 Supiturang
- Balai Desa Oro-oro Ombo
- Masjid Ar-Rahman
- SD Sumberurip 02
- Rumah Kepala Desa Sumbernujur
- Kantor Kecamatan Candipuro
Dengan situasi yang masih dinamis, masyarakat dan pihak terkait terus berupaya memastikan kebutuhan dasar seperti listrik dan air bersih dapat terpenuhi. Proses pemulihan dan pembersihan area terdampak akan terus dilakukan untuk memulihkan kondisi secepat mungkin.
