
Proyek Film Indonesia yang Mengangkat Karya Korea
Film “Tunnel” yang berasal dari Korea Selatan akan diadaptasi oleh sineas Indonesia. Film ini menceritakan kisah seorang pria yang terjebak dalam reruntuhan selama 35 hari. Proyek remake ini akan digarap oleh Baim Wong, seorang aktor dan produser ternama di Indonesia, bekerja sama dengan studio film asal Korea.
Proses kerja sama ini tidak terjadi secara instan. Baim mengungkapkan bahwa ada pertimbangan panjang dan beberapa pertemuan lintas negara sebelum memutuskan untuk terlibat dalam proyek ini. Ia menyebutkan bahwa awalnya banyak tawaran untuk membuat versi remake, termasuk dari beberapa produser luar negeri. Namun, yang terakhir ini berbeda karena pihak Korea menunjukkan ke seriusan mereka.
Baim menjelaskan bahwa tim produksinya melakukan perjalanan bolak-balik antara Korea dan Jakarta hingga empat sampai lima kali untuk memastikan keseriusan dan kesesuaian visi antara kedua belah pihak. Menurutnya, hanya jika pihak Korea benar-benar serius, maka proyek ini akan dilanjutkan. Ia juga menegaskan bahwa membuat film bukanlah hal mudah dan membutuhkan ketertarikan serta kesungguhan.
Tujuan Membawa Nama Indonesia ke Dunia Film Asia
Kerja sama ini bukan hanya tentang proyek internasional, tetapi juga sebagai upaya Baim untuk membawa nama Indonesia ke panggung perfilman Asia. Ia ingin menunjukkan bahwa hasil dari proyek ini akan bagus dan Indonesia akan hadir dalam karya tersebut.
Di sisi lain, Baim juga mendapat perhatian publik lewat unggahan di Instagram. Respons dari banyak figur publik, termasuk akun @pettophoto, muncul. Dalam unggahan tersebut, Baim mengungkapkan bahwa dua film sebelumnya, “Sukma” dan “Lembayung,” ternyata menarik perhatian hingga ke Korea. Awalnya ia hanya mencoba-coba, namun ternyata judul-judul film itu sudah sampai ke Korea. Hal ini menambah eksitasi bagi Baim karena genre yang digunakan cukup sulit dan budget yang tidak main-main.
Jadwal Syuting dan Fokus pada Identitas Lokal
Film “Tunnel” versi Indonesia akan mulai syuting pada tahun 2026. Proyek ini akan menggabungkan unsur teknis kelas dunia dengan narasi emosional khas Asia. Meskipun diadaptasi dari karya Korea, Baim menegaskan bahwa identitas lokal akan tetap menjadi kekuatan utama proyek ini.
“Karya saya tetap karya saya, karya mereka tetap karya mereka,” ujar Baim dalam penutupnya.
Sinopsis Film Tunnel
Film “Tunnel” mengisahkan seorang pria bernama Lee Jung-Soo yang terjebak dalam sebuah terowongan yang runtuh setelah terjadi kecelakaan besar. Saat sedang dalam perjalanan pulang, ia mendapati dirinya terperangkap di dalam kendaraan yang tertimbun reruntuhan. Dalam kegelapan dan ketegangan yang mencekam, ia harus bertahan hidup sendirian dengan sedikit persediaan, sambil berusaha mencari cara agar bisa keluar hidup-hidup.
Kisah ini berfokus pada perjuangan fisik dan mental Lee Jung-Soo untuk tetap bertahan hidup, meskipun harapan semakin menipis. Di luar, tim penyelamat bekerja keras untuk menyelamatkannya, namun semakin lama, upaya mereka menghadapi berbagai hambatan dan kesulitan yang tak terduga. Ketegangan semakin meningkat saat waktu terus berjalan dan keadaan di dalam terowongan semakin mengancam hidupnya.
Dengan menggali tema ketahanan manusia dan ketegangan emosional, “Tunnel” menyajikan cerita yang intens, menggugah, dan penuh harapan. Film ini juga memperlihatkan perjuangan luar biasa para penyelamat yang tidak menyerah, meskipun kondisi semakin sulit dan tak pasti. Ketegaran dan semangat juang Lee Jung-Soo dan timnya menjadi inti dari film yang menggambarkan keberanian, harapan, dan usaha tanpa henti dalam menghadapi bencana yang tak terbayangkan.
