
Penurunan Harga Bitcoin dan Aksi Jual Besar di Pasar Kripto
Harga Bitcoin (BTC) dan pasar kripto secara keseluruhan mengalami penurunan signifikan sejak perdagangan pada hari Kamis, 13 November 2025. Fenomena ini berlanjut hingga pagi hari ini, Sabtu, 15 November 2025. Banyak investor mulai bertanya-tanya mengapa harga BTC turun hari ini. Jawabannya terletak pada pergerakan besar dari investor institusional.
Harga Bitcoin tercatat anjlok sebesar 6,4% dan diperdagangkan di level $96.956. Pelemahan tajam ini terjadi bersamaan dengan aksi “eksodus massal” dari produk Spot Bitcoin ETF di Amerika Serikat. Pada hari Kamis, 13 November 2025, produk Spot Bitcoin ETF mencatatkan arus keluar bersih sebesar $869,9 juta. Angka ini setara dengan Rp 14,5 triliun jika menggunakan asumsi kurs Rp 16.700/USD. Ini menjadi arus keluar harian terbesar kedua sejak produk investasi ini diluncurkan. Rekor outflow terparah sebelumnya terjadi pada 25 Februari 2025, dengan total arus keluar sebesar $1,14 miliar.
Perusahaan ETF Besar Mengalami Arus Keluar
Aksi jual ini terjadi serempak di hampir semua penerbit ETF besar. Menurut data SoSoValue, berikut adalah rincian outflow yang terjadi:
- Grayscale (GBTC & Mini Trust): Memimpin arus keluar dengan total $318,2 juta.
- BlackRock (IBIT): Mengalami outflow sebesar $256,6 juta.
- Fidelity (FBTC): Ditinggal investor sebesar $119,9 juta.
- ETF Lainnya: Produk dari Ark/21Shares, Bitwise, VanEck, Invesco, Valkyrie, dan Franklin Templeton juga mencatatkan arus keluar bersih.
Analisis Pasar: Sinyal ‘De-Risking’ Akibat Ketidakpastian The Fed
Para analis pasar melihat fenomena ini sebagai sinyal bahwa investor besar sedang melakukan “de-risking”, atau pengurangan risiko di tengah ketidakpastian ekonomi makro. Min Jung, analis riset di Presto Research, mencatat bahwa ini adalah sinyal “de-risking secara luas di pasar”. Menurutnya, investor sedang memutar modal dari aset berisiko tinggi ke aset aman.
“Ini mencerminkan ketidakpastian seputar jalur kebijakan Federal Reserve dan memburuknya sentimen makro,” ujarnya. Sentimen ini diperkuat oleh data CME Group FedWatch tool, yang menunjukkan ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed pada bulan Desember telah merosot drastis dan kini hanya tersisa 52,1%.
Di sisi lain, Vincent Liu dari Kronos Research menyebutnya sebagai “risk-off reset”, di mana institusi menarik diri di tengah “kebisingan makro”.
Peluang untuk Investor
Meskipun terjadi tekanan jual jangka pendek, beberapa analis melihat ini sebagai potensi titik support. Seperti misalnya diungkapkan Justin d’Anethan dari Arctic Digital, ia mengidentifikasi bahwa jika harga menyentuh area $90.000-an, ini bisa menjadi “peluang membeli” bagi investor yang selama ini ketinggalan kereta.
Risiko dalam Investasi Kripto
Artikel ini disajikan sebagai informasi edukasi dan tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual aset kripto. Perdagangan aset kripto memiliki risiko yang sangat tinggi. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.
