News

Hari Ke-6 Tsunami Sidoarjo: 103 Selamat, 14 Meninggal, 49 Hilang

Proses Pencarian dan Evakuasi Korban di Ponpes Al-Khoziny

Hingga hari Sabtu (4/10) pagi, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian dan evakuasi korban akibat ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin (29/9) ketika para santri sedang melaksanakan salat Ashar sekitar pukul 15.00 WIB di dalam bangunan tersebut.

Kasubdit RPDO (Pengarahan dan Pengendalian Operasi) Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) Basarnas, Emi Freezer, menjelaskan bahwa hingga hari kelima pencarian, Jumat (3/10), petugas berhasil mengevakuasi sembilan korban yang meninggal dunia. Para korban ditemukan mulai dari pukul 07.30 WIB hingga pukul 23.00 WIB, dengan lokasi penemuan tersebar di beberapa sektor di dalam bangunan yang ambruk.

“Secara khusus, total sembilan korban berhasil diekstrikasi pada hari kelima di sektor A1, A2 (tempat wudu), A3, dan A4,” ujar Freezer.

Dengan demikian, jumlah total korban yang telah dievakuasi mencapai 117 orang. Dari jumlah tersebut, 103 di antaranya selamat, sementara 14 dinyatakan meninggal dunia. Saat ini, masih ada 49 korban yang belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian.

Tim SAR terus berupaya untuk memastikan semua korban dapat ditemukan dan dievakuasi dengan aman. Proses evakuasi dan pembersihan puing-puing masih berlangsung di area yang tidak terintegrasi dengan struktur utama bangunan. Fokus utama saat ini adalah membersihkan bagian sisi utara yang dianggap lebih rentan dan memerlukan pendekatan khusus.

Selain itu, tim juga tetap memperhatikan keamanan dan keselamatan petugas serta mencegah terjadinya risiko tambahan selama operasi pencarian dan evakuasi. Berbagai alat dan peralatan canggih digunakan untuk membantu proses pencarian, termasuk alat deteksi suara dan alat pemindai inframerah.

Proses evakuasi dan pencarian ini dilakukan secara bertahap, dengan pengawasan ketat dari berbagai instansi terkait. Tim SAR bekerja sama dengan pihak kepolisian, dinas kesehatan, dan organisasi bantuan darurat lainnya untuk memastikan setiap langkah yang diambil sesuai dengan protokol keselamatan dan efektif dalam menemukan korban.

Meskipun proses ini sangat melelahkan dan penuh tantangan, semangat serta komitmen tim SAR tetap tinggi. Setiap hari, mereka terus berusaha memberikan harapan bagi keluarga korban dan memastikan bahwa setiap nyawa yang hilang bisa ditemukan dan diberi tempat yang layak.

Dengan usaha maksimal dan kerja sama yang baik, diharapkan proses pencarian dan evakuasi dapat selesai dalam waktu yang secepat mungkin, sehingga keluarga korban dapat mendapatkan kejelasan dan kepastian tentang nasib santri yang hilang.

Penulis: Nida’an Khafiyya