
Kemeriahan Hari Pertama The Papandayan Jazz Fest 2025
Hari pertama penyelenggaraan The Papandayan Jazz Fest 2025 berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Festival yang mengusung tema “A Culture Resonance” ini tidak hanya sekadar menyajikan musik jazz, tetapi juga menjadi wadah untuk merajut budaya dan memperkuat komunitas musik.
Sejak siang hari, pengunjung disuguhi penampilan Ensemble Kyai Fatahillah yang membawa nuansa tradisi ke dalam suasana festival. Tidak lama setelah itu, energi segar dari R3AL dan Ethereal mengisi panggung Cimanuk, memberikan warna baru bagi para penggemar jazz.
Selain konser, festival ini juga menyediakan sesi edukasi melalui Masterclass bersama Barsena Bestandhi. Ini merupakan ciri khas yang selalu hadir setiap tahunnya, menjadikan TPJF bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga tempat belajar bagi para pecinta musik.
Menjelang sore, panggung semakin hidup dengan tampilnya Sunbath, Elbe Bigband, serta kolaborasi spesial Barsena Bestandhi bersama Gege Gumilar. Di Suagi Ballroom, Barry Likumahuwa tampil bersama Trie Utami dan Nita Aartsen, menciptakan momen yang sangat dinantikan oleh para pengunjung.
Sore menuju malam, atmosfer semakin hangat dengan penampilan Naraya Trio, Rio Moreno Latin Combo, hingga Abdul & The Coffee Theory. Puncak kemeriahan ditandai dengan Opening Ceremony TPJF 2025 pada pukul 18.15 WIB di Suagi Ballroom, yang menandai secara resmi dimulainya festival jazz yang kini memasuki dekade ke-10.
Malam pembukaan semakin istimewa dengan prosesi penghargaan. Panitia memberikan apresiasi kepada pemenang The Papandayan Jazz International Online Competition 2025, sekaligus menganugerahkan Lifetime Achievement Award kepada almarhum Harry Roesli atas dedikasinya bagi musik Indonesia.
Momen bersejarah juga terjadi ketika The Papandayan Hotel menerima Rekor MURI sebagai hotel pertama yang secara konsisten menggelar festival jazz tahunan. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, turut hadir menandatangani prasasti bertajuk “A Beacon of Jazz From Bandung to the World” serta menyerahkan sertifikat penghargaan kepada para pendiri TP Jazz Management yaitu Bobby Renaldi, Hari Pochang, dan Venche Manahutu.
Malam berlanjut dengan penampilan deretan bintang, mulai dari DJ Meglems, Masiki Tagari, Mustika Wening Ghaurie x Lisenda Iteras, hingga Ziva Magnolya. Adikara dan kolaborasi internasional Kinematics (Jepang) bersama Nita Aartsen juga turut memperkaya ragam musikal di TPJF 2025.
Sebagai penutup, panggung dihangatkan oleh Reality Club, Rieka Roslan & Nadadara, serta TPJF Jam Session Band, sebuah tradisi ikonik yang mempertemukan musisi lintas generasi dalam satu harmoni. Kemeriahan hari pertama The Papandayan Jazz Fest 2025 menunjukkan bahwa festival ini tidak hanya sekadar ajang musik, tetapi juga perayaan budaya yang terus berkembang dan menginspirasi.
