Perjalanan Menarik Ni Kadek Dhinda di Korea Masters 2025
Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, tunggal putri Indonesia, harus mengakhiri perjalanannya di semifinal Korea Masters 2025 meskipun menunjukkan perlawanan yang luar biasa. Pemain muda berusia 19 tahun ini gagal melaju ke final turnamen bulu tangkis BWF World Tour Super 300 dalam debutnya setelah kalah dari Chiu Pin-Chian asal Taiwan.
Pertandingan antara Dhinda dan Chiu berlangsung sangat intens di Wonkwang University Cultural and Sports Center, Iksan, Korea Selatan, pada Sabtu (8/11/2025). Meski terpaut hampir 100 peringkat dunia, Dhinda tidak menunjukkan rasa takut atau ragu-ragu. Dengan peringkat 122 dunia, ia nyaris meraih tiket menuju final setelah berhasil merebut gim pertama dan masih memimpin Chiu dengan skor 20-19 di gim kedua.
Namun, pengalaman Chiu yang lebih senior serta kondisi fisik yang lelah akibat empat laga rubber beruntun sejak babak pertama hingga semifinal membuat Dhinda kehilangan momentum di gim ketiga. Perjuangan Dhinda dimulai dengan tertekan lebih dahulu, bahkan sempat tertinggal 6-5 dari Chiu. Namun, pemain jebolan PB Jaya Raya ini mulai menemukan ritme serangan yang tepat dan berangsur unggul 7-6.
Kendali serangan beralih penuh ke Dhinda. Juara Indonesia Masters Super 100 tahun lalu tersebut memimpin di interval 11-9. Setelah jeda, perlawanan Chiu yang lebih senior mulai terlihat. Skor ketat terus terjadi dengan margin satu poin. Beberapa serangan Dhinda ke arah forehand Chiu sempat melebar tetapi momentum tetap dijaga. Dhinda masih memimpin pada skor 19-18.
Hampir saja dipaksa setting, kesalahan Chiu dengan dorongan bolanya yang terlalu memanjang membuat Dhinda memastikan gim pertama jadi miliknya dengan skor 21-19. Di gim kedua, skor ketat masih terus terjadi. Reli-reli panjang dilancarkan Chiu, memaksa Dhinda berlari dari sudut ke sudut lapangan.
Taktik ini cukup menguras fisik Dhinda. Pemain berusia 19 tahun itu berujung eror tiap dipaksa melakoni reli panjang. Dhinda selalu bertanding hingga rubber game sejak babak pertama hingga perempat final. Durasi pertandingannya pun selalu di atas 70 menit.
Dhinda tertinggal 8-10 bahkan 11-14. Namun dia tidak menyerah. Pemain yang masih berada di peringkat 122 dunia itu mengejar hingga menyamakan kedudukan 14-14. Dhinda beralih unggul 16-15 tetapi kemudian tikung-tikungan tajam mewarnai pengujung gim kedua. Dia tertinggal 16-18.
Sempat mendekat 18-19, gim kedua tetap gagal dimenangi Dhinda. Dia harus melanjutkan perjuangan menuju gim ketiga. Awal gim ketiga berlangsung baik bagi wakil Merah Putih dengan memimpin 5-3. Sayangnya, angka 5 menjadi titik mula kemunduran fisik yang diperlihatkan Dhinda. Dia tertikung hingga 5-9 dan terus terjebak pola reli lawan yang melelahkan sampai 7-11.
Kecepatan langkah kaki Dhinda mulai menurun. Dia sudah tak sanggup mengejar bola-bola yang sengaja dijauhkan Chiu dari jangkauannya, seiring lamanya laga yang memasuki menit ke-64. Dhinda sudah tak bisa banyak berlari dan terus didikte lawan. Hanya dalam beberapa menit, dia kehilangan banyak angka dan berakhir kalah dengan skor akhir 21-19, 19-21, 21-8 dalam 70 menit lamanya.
Evaluasi Performa Dhinda
Meski kalah, performa Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi mencerminkan potensi besar yang dimilikinya. Dalam pertandingan ini, ia menunjukkan semangat juang yang tinggi dan kemampuan untuk bertanding melawan pemain dengan peringkat jauh lebih tinggi. Kekurangan utama yang terlihat adalah stamina dan pengelolaan energi selama pertandingan yang berlangsung cukup lama.
Dhinda juga terlihat menghadapi tantangan besar dalam menghadapi strategi Chiu yang lebih matang. Meski begitu, ia tetap memberikan perlawanan yang menarik dan membuktikan bahwa dirinya layak untuk terus berkembang di level internasional.
Pelajaran Berharga
Pertandingan ini menjadi pembelajaran penting bagi Dhinda. Ia perlu meningkatkan kondisi fisik dan mental untuk menghadapi kompetisi yang semakin ketat. Selain itu, pengalaman di turnamen seperti Korea Masters 2025 akan sangat berguna dalam menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.
Dengan usaha dan latihan yang konsisten, Dhinda memiliki peluang besar untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi di masa depan. Para penggemar bulu tangkis Indonesia tentu berharap dapat melihat penampilan yang lebih stabil dan konsisten dari pemain muda ini dalam ajang-ajang internasional berikutnya.
