Teknologi

Ibu Laporkan Guru ke Polisi, Ternyata Mata Siswi SD Lebam Bukan Dianiaya: Sakit Batuk

Kasus Siswi SDN 150 Palembang yang Viral dengan Mata Merah dan Lebam

Kasus siswi SDN 150 Palembang yang viral karena kondisi mata merah dan lebam menarik perhatian publik. Awalnya, masyarakat mengira bahwa anak tersebut menjadi korban kekerasan di sekolah. Namun, setelah pemeriksaan medis dilakukan, ditemukan bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh penyakit pertusis.

Awal Mula Kejadian

Peristiwa ini berawal dari unggahan video yang memperlihatkan ibu siswi, Erna, terkejut melihat anaknya pulang dengan mata merah dan lebam. Dalam unggahan tersebut, Erna menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi anaknya. Ia menanyakan penyebab mata F yang tidak normal kepada guru di sekolah. Namun, respons yang diberikan oleh pihak sekolah tidak memberikan kejelasan yang memuaskan.

Erna kemudian melaporkan kasus ini ke kepolisian pada Senin (3/11/2025). Dalam laporan tersebut, ia menyebutkan bahwa ada dugaan anaknya dipukul oleh salah satu guru menggunakan cincin. Namun, hal ini dibantah oleh Kepala SDN 150 Palembang, Eka Okta Nugraha.

Penyelidikan dan Pemeriksaan Medis

Menurut Eka, tidak ada guru yang melakukan tindakan pemukulan dengan menggunakan cincin. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya, mata F sempat terlihat memiliki bintik merah. Hal ini diketahui oleh salah satu guru di sekolah. Eka menduga bahwa bintik merah tersebut menjadi awal mula mata F mengalami lebam.

Selain itu, Erna meminta izin untuk anaknya tidak masuk dalam beberapa hari ke depan karena akan menjalani pemeriksaan ke Puskesmas. Dari hasil pemeriksaan, F didiagnosis mengidap penyakit pertusis.

Diagnosis Penyakit Pertusis

Pertusis atau batuk rejan adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Gejalanya meliputi batuk parah yang disertai suara keras, serta mata merah dan demam. Menurut keterangan dari Mayo Clinic, gejala lainnya termasuk hidung berair atau tersumbat dan suara “whoop” saat menghirup udara setelah batuk.

Dugaan penyakit yang diidap F disampaikan oleh keluarga melalui unggahan di akun Instagram @virasoniaa. Dalam unggahan tersebut, mereka menyatakan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan adanya dugaan positif pertusis.

Hasil Visum dan Penyelesaian Kasus

Setelah pemeriksaan lebih lanjut, polisi memastikan bahwa tidak ada tanda kekerasan pada F. Hasil visum menunjukkan bahwa tidak ada bekas kekerasan benda tumpul maupun tajam serta goresan yang menyebabkan mata merah pada korban.

Menurut Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono, kondisi F disebabkan oleh gejala pertusis yang sedang dialaminya. Dengan adanya hasil visum ini, proses laporan terhadap kasus ini dihentikan.

Peran RSUD Palembang Bari

RSUD Palembang Bari, tempat F dirawat, juga memberikan keterangan. Kepala Tim Humas dan Pemasaran RSUD Palembang Bari, Adea Triutami, mengungkapkan bahwa F sudah dipulangkan setelah enam hari dirawat. Saat ini, F menjalani rawat jalan dan dipantau perkembangannya oleh dokter yang menangani.

Imbauan Kepolisian

Harryo juga berharap dan mengimbau kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia menekankan pentingnya menyebarkan informasi yang pasti kebenarannya agar tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Dengan penyelesaian kasus ini, diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali. Masyarakat diingatkan untuk selalu mencari informasi yang akurat sebelum menyebarkan berita di media sosial.

Penulis: Nida’an KhafiyyaEditor: Nida’an Khafiyya