Chikita Meidy, penyanyi ternama yang kini tengah menjalani proses perceraian dengan suaminya, Indra Adhitya, mengungkapkan bahwa dirinya pernah berpikir untuk kembali rujuk. Namun, niat tersebut akhirnya dibatalkan karena alasan tertentu.
Saat menjadi bintang tamu dalam acara Rumpi di Trans TV, Chikita Meidy menceritakan bahwa ia sempat memaafkan kesalahan suaminya demi kepentingan anak-anak mereka. “Aku memaafkan dan mencoba kembali karena anak,” ujarnya.
Meski begitu, Chikita Meidy akhirnya memutuskan untuk tidak kembali bersama Indra Adhitya. Ia merasa bahwa suaminya tidak bisa mengubah kebiasaan buruk yang selama ini dilakukannya. “Kebiasaan main money game dan download aplikasi jodoh itu enggak bisa dihilangkan,” kata Chikita Meidy, yang juga dikenal sebagai pelantun lagu Kampuang Nan Jauah di Mato.
Setelah memutuskan untuk tidak rujuk, Chikita Meidy melanjutkan proses perceraian dengan Indra Adhitya di Pengadilan Agama Tigaraksa. Sejak mengajukan gugatan cerai, ia mengaku belum pernah bertemu lagi dengan mantan suaminya. “Belum (bertemu) dari Juni,” tambahnya.
Proses perceraian antara Chikita Meidy dan Indra Adhitya kini semakin memanas. Hal ini terjadi setelah Indra Adhitya mengajukan gugatan balik kepada Chikita Meidy. Dalam gugatan tersebut, Indra Adhitya meminta agar Chikita Meidy mengembalikan mahar dan uang muka KPR senilai Rp938 juta.
Beberapa poin penting terkait kasus ini adalah:
- Pernah ingin rujuk: Chikita Meidy pernah berpikir untuk kembali bersama Indra Adhitya, tetapi akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan.
- Alasan tidak rujuk: Ia merasa suaminya tidak bisa mengubah kebiasaan buruk seperti main money game dan menggunakan aplikasi jodoh.
- Proses perceraian: Chikita Meidy telah melanjutkan proses perceraian di Pengadilan Agama Tigaraksa.
- Gugatan balik: Indra Adhitya mengajukan gugatan balik, meminta Chikita Meidy mengembalikan mahar dan uang muka KPR sebesar Rp938 juta.
Dengan situasi yang semakin rumit, kini Chikita Meidy dan Indra Adhitya harus menghadapi proses hukum yang lebih kompleks. Bagaimana perkembangan kasus ini akan berjalan selanjutnya masih menjadi pertanyaan besar bagi publik.
