News

Jennifer Lawrence Buka Kebiasaan Jadi ‘Tim Jeremiah’ dan Anggap Conrad Toksik di ‘The Summer I Turned Pretty’

Jennifer Lawrence Membuat Perdebatan di Kalangan Penggemar

Jennifer Lawrence, pemenang Oscar, baru-baru ini memicu perdebatan besar di kalangan penggemar serial ‘The Summer I Turned Pretty’. Dalam sebuah wawancara, ia secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap karakter Jeremiah, yang diperankan oleh Gavin Casalegno. Pernyataan ini menimbulkan reaksi beragam dari para penggemar.

Dalam wawancara pers untuk film barunya, ‘Die My Love’, Lawrence mengungkapkan pandangan pribadinya tentang kisah cinta segitiga dalam serial tersebut. Menurutnya, Conrad—yang diperankan oleh Christopher Briney—tidak konsisten dalam hubungannya dengan Belly, tokoh utama yang diperankan oleh Lola Tung. Lawrence menilai pernyataan cinta Conrad menjelang pernikahan Belly sebagai tindakan yang tidak pantas.

Lawrence mengakui bahwa dirinya tahu pendapatnya mungkin tidak akan diterima dengan baik. Meski begitu, ia tetap memilih berada di pihak Jeremiah. Bagi Lawrence, karakter Jeremiah lebih tulus dibandingkan Conrad. Ia menilai bahwa konflik antara kedua saudara itu membuat cerita semakin menarik.

Serial ‘The Summer I Turned Pretty’ diadaptasi dari novel karya Jenny Han. Ceritanya mengisahkan Belly yang terjebak dalam cinta dua saudara, Conrad dan Jeremiah. Banyak penggemar justru memilih Conrad, terutama karena akhir serial menempatkan Belly bersama Conrad. Namun, pendapat Lawrence memberikan perspektif baru bagi para penggemar.

Perdebatan ini muncul di tengah dinamika fandom yang sering memanas di media sosial. Prime Video bahkan sempat mengimbau penggemar agar tidak bersikap toksik terhadap aktor yang memerankan karakter dalam serial tersebut. Hal ini menunjukkan betapa sensitifnya topik ini bagi para penggemar.

Gavin Casalegno, yang memerankan Jeremiah, pernah menjadi sasaran pelecehan daring. Sebagian penggemar ingin Belly berakhir dengan Conrad, sehingga mereka mengarahkan kebencian kepada Casalegno. Ini menunjukkan bagaimana perasaan penggemar bisa sangat kuat dan sering kali berujung pada tindakan negatif.

Pernyataan Lawrence juga menunjukkan bahwa ia tidak takut mengungkapkan pendapatnya meskipun tahu akan mendapatkan kritik. Ia percaya bahwa setiap orang memiliki hak untuk menyampaikan pandangan mereka, meskipun hal itu mungkin tidak sesuai dengan mayoritas.

Ketegangan antara penggemar yang mendukung Conrad dan yang mendukung Jeremiah terus berlangsung. Setiap pendapat memiliki alasan dan dasar logika masing-masing. Namun, penting bagi para penggemar untuk saling menghargai dan tidak mengabaikan sikap toksik terhadap siapa pun yang terlibat dalam serial tersebut.

Dengan adanya perdebatan ini, serial ‘The Summer I Turned Pretty’ tidak hanya menjadi bahan diskusi tentang cinta dan hubungan, tetapi juga tentang bagaimana para penggemar merespons dan mengekspresikan pendapat mereka. Ini menjadi pengingat bahwa dunia hiburan tidak hanya tentang cerita, tetapi juga tentang interaksi manusia yang kompleks.

Penulis: Nida’an Khafiyya