Publica Portal Berita Online
Kampanye di Luar Jadwal, Bawaslu Teruskan Kasus Ustaz HA ke Polisi Kampanye di Luar Jadwal, Bawaslu Teruskan Kasus Ustaz HA ke Polisi
Publica.id, Banjarmasin – Laporan dugaan kampanye di luar jadwal yang dilakukan simpatisan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ananda-Mushaffa Zakir, yang merupakan... Kampanye di Luar Jadwal, Bawaslu Teruskan Kasus Ustaz HA ke Polisi

Publica.id, Banjarmasin – Laporan dugaan kampanye di luar jadwal yang dilakukan simpatisan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ananda-Mushaffa Zakir, yang merupakan Ustaz berinisial HA berlanjut ke kepolisian.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Banjarmasin meneruskan kasusnya masuk ke penyidikan Polresta Banjarmasin.

Semula, Bawaslu Banjarmasin menerima laporan pihak Tim Ibnu Sina-Ariffin Noor yang menuding Ustaz HA sudah melakukan kampanye di wilayah Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kelurahan Mantuil, Senin 12 Maret lalu.

“Betul, ini sudah diplenokan berdasarkan kajian dan rapat pembahasan bersama sentra gakkumdu dan diputuskan untuk diteruskan ke kepolisian untuk naik penyidikan,” ungkap Kordiv Penindakan Pelanggaran Bawaslu Banjarmasin Subhani saat dikonfirmasi, Rabu (21/4/2021).

Selain kampanye di luar jadwal, Ustaz HA juga dituding telah melakukan kampanye hitam. Bawaslu pun menilai apa yang telah dilakukan Ustaz HA telah memenuhi unsur.

Dikatakan Subhani, ini setelah pihaknya melakukan klarifikasi, memeriksa petunjuk. Memanggil para saksi, kepolisian hingga ke kejaksaan. Hasilnya, kampanye di luar jadwal itu dilakukan Ustaz HA atas inisiatif pribadinya sendiri.

‚ÄúSetelah hasil penyelidikan keluar, selanjutnya diteruskan ke kejaksaan untuk hasilnya,” kata Subhani.

Bawaslu tidak sembarangan dalam memutus kasus, diungkapkan Subhani, dalam hal ini unsurnya telah lengkap untuk bisa diteruskan. Menurutnya, dugaan kampanye itu terbukti merupakan kampanye di luar jadwal.

Dari isi laporan yang dibawa pelapor atas nama Muhammad Kurniawan, Ustaz HA dalam sebuah acara diduga melakukan kampanye untuk salah satu paslon di Kelurahan Mantuil.

Tim kuasa hukum Ibnu-Ariffin juga mengungkapkan Ustaz HA menuding adanya mark up dana pembangunan Jembatan Bromo. Termasuk menyebut jika yang mengerjakan Jembatan Bromo semua pekerjanya berasal dari luar Banjarmasin atau Puruk Cahu.

Ustaz HA dalam acara itu juga dituding telah memfitnah, dan menyebarkan ujaran kebencian dan unsur SARA serta fitnah lainnya tentang pembagian bantuan Covid-19 yang dicurangi.

Sementara itu, sesuai peraturan KPU tentang kampanye di luar jadwal, Ustaz HA terancam pidana selama 15 hari atau lebih lama 3 (tiga) bulan atau denda Rp 100.000 atau lebih besar Rp 1.000.000.

Editor: Ahya Firmansyah

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *