Teknologi

Kapolda Papua Barat Ungkap 106 Personel Langgar Disiplin, Ada Judul dan Pinjol

Masalah Disiplin di Polda Papua Barat Tahun 2025

Selama Tahun 2025, ratusan personel Polda Papua Barat menghadapi berbagai masalah yang menyebabkan tindakan indisipliner. Salah satu penyebab utamanya adalah terlibat dalam permainan judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol). Hal ini disampaikan oleh Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, saat pres rilis akhir tahun yang digelar di Gedung Arfak Convention Hall Mapolda.

Menurutnya, selama Tahun 2025, sebanyak 106 anggota Polda dan jajaran Polres melakukan pelanggaran disiplin. Dengan rincian, di Polda sebanyak 11 personel, Polres Pegunungan Arfak sekitar 36 personel, Polresta Manokwari sebanyak 14 personel, serta beberapa Polres dengan jumlah personel yang relatif sedikit.

“Contoh masalah yang dia buat sendiri ya main judi slot itu (judi online). Itu bolak-balik kita cek, main slot judi akhirnya pinjam di pinjol, ini masalah yang dia (anggota) datangkan sendiri,” kata Irjen Johnny Eddizon Isir.

Tunggakan Penanganan Perkara Disiplin

Selain itu, menurut Johnny, ada tunggakan penuntasan penanganan perkara disiplin dan kode etik di Bidang Propam Polda Papua Barat Tahun 2024 sekitar 24 Perkara. “Jadi, kalau di total perkara yang ditangani di Bid Propam ada 130 Perkara disiplin, sudah 115 perkara yang di selesaikan. Sedangkan 15 perkara sisa masih dalam proses sampai hari ini,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa tidak semua personel dalam kondisi baik. “Satu keranjang apel tidak semuanya baik, ada juga yang busuk dan ini bagian dari tantangan bagi kami dalam membina personel karena personel punya kehidupan pribadi, sosial kehidupan keluarga,” katanya lagi.

Upaya Pencegahan Tindakan Indisipliner

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Papua Barat juga menyebut bahwa telah berusaha meningkatkan pengawasan untuk mencegah adanya perbuatan indisipliner yang terulang. “Banyak faktor yang membuat kemudian personel ini ada yang melanggar ada faktor internal tapi juga faktor eksternal, lalu kita menguatkan di sisi pencegahan salah satunya mentorship kemudian penguatan waskap, kemudian ketika ada masalah dia tidak terbuka, lari-lari,” ujarnya.

Perhatian Khusus dari Kapolri dan Presiden

Kapolda juga menyebut bahwa persoalan judi online menjadi perhatian dari Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo dan juga Presiden Prabowo Subianto. “Judi online harus kita berantas,” katanya.

Laporan Website Judi Online ke Kementerian Komdigi

Oleh karena itu, Johnny menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menoleransi personelnya yang terlibat dalam perjudian, baik online maupun togel. “Kita lebih dari 1.000 persen memberantas judi,” ujarnya lagi menegaskan.

Kapolda bahkan menyebut, sebanyak 1.500 website dilaporkan oleh Polda Papua Barat ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). “Sekitar 1.500 website judi online kita laporkan ke Komdigi,” katanya.

“Uangnya lari keluar, jadi biarlah itu jadi perhatian kita semua termasuk kawan-kawan pembuat regulator,” ujar Johnny lagi.

Penulis: Nida’an KhafiyyaEditor: Nida’an Khafiyya