Kasus Pembobolan Brankas di SMPN 1 Pulung, Polisi Periksa 10 Saksi Internal
Kasus pencurian uang sebesar Rp180 juta dari brankas di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, kini sedang dalam penyelidikan pihak kepolisian. Dalam proses penyelidikan tersebut, polisi telah memeriksa sebanyak 10 saksi yang berasal dari internal sekolah.
Menurut Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, pemeriksaan terhadap 10 saksi ini dilakukan untuk mengungkap pelaku dan motif dari tindakan pencurian tersebut. “Ada 10 saksi kami periksa totalnya sampai saat ini ya,” kata AKBP Andin kepada Tribunjatim Network.
Dia juga berharap doa dari masyarakat agar kasus ini segera terungkap. “Mohon doanya lah teman-teman,” tambahnya.
Kendala CCTV yang Rusak Selama 6 Bulan
Salah satu kendala dalam penyelidikan adalah kerusakan CCTV di lingkungan sekolah. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa CCTV di SMPN 1 Pulung telah rusak selama enam bulan terakhir. Hal ini menjadi hambatan dalam menemukan bukti-bukti yang bisa membantu proses penyelidikan.
AKBP Andin tidak menjawab secara langsung apakah rekaman CCTV akan digunakan sebagai alat bukti. “Semua fakta sudah kita sajikan, tapi kan dalam teknis penyidikan, sampai detik ini belum bisa kita sampaikan ke teman-teman kenapa? Karena masih berproses, apabila nanti sudah bisa kita gambarkan, puzzle secara utuh nanti, kita sampaikan,” katanya.
Fakta di Tempat Kejadian Perkara (TKP)
Pantauan di lokasi TKP menunjukkan bahwa anggota Polsek Pulung dan petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ponorogo melakukan olah TKP di ruangan kepala sekolah. Ruangan tersebut berukuran 7 meter kali 8 meter dan tampak tidak mengalami kerusakan berarti.
Berdasarkan keterangan saksi, baik jendela maupun pintu tidak mengalami kerusakan. Sementara itu, brankas yang berisi uang tunai sebesar Rp180 juta hanya bergeser sekitar 1,5 meter dari posisi awalnya. Lokasi brankas berada di pojok utara pintu ruang kepala sekolah, kemudian bergeser ke arah selatan.
Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, menjelaskan bahwa yang dirusak hanya brankasnya sendiri. “Kayak dipalu atau lainnya,” ungkapnya.
Riwayat Pencurian di Sekolah Pulung
Tidak hanya kasus ini, ternyata SMAN 1 Pulung juga pernah menjadi target pencurian. Pada tahun 2018 lalu, sekolah tersebut dibobol oleh pelaku yang mengambil puluhan perangkat elektronik seperti laptop dan CPU dari laboratorium komputer.
Pencurian tersebut terjadi dengan cara memasuki laboratorium komputer dan membawa kabur barang-barang tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa kejahatan terhadap institusi pendidikan di wilayah Pulung tidak terjadi secara sporadis, tetapi memiliki riwayat yang cukup sering.
Penutup
Proses penyelidikan kasus pembobolan brankas di SMPN 1 Pulung masih berlangsung. Polisi terus memeriksa saksi-saksi dan mencari bukti-bukti yang relevan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memberikan informasi jika ada hal-hal yang mencurigakan.
