Kemenangan Menggebrak Emma Navarro atas Iga Swiatek di China Open
Petenis Amerika Serikat, Emma Navarro, mencatatkan kemenangan yang luar biasa dalam pertandingan babak 16 besar China Open. Ia berhasil mengalahkan petenis peringkat dua dunia, Iga Swiatek, dengan skor akhir 6-4, 4-6, 6-0. Hasil ini menjadi kemenangan ketiga Navarro atas petenis Top-2 dunia sepanjang kariernya, dan juga yang pertama kali ia raih melawan Swiatek.
Kemenangan ini membawa Navarro ke babak perempat final WTA 1000 untuk pertama kalinya musim ini. Dengan usia 24 tahun, ia meraih salah satu kemenangan terbaik dalam kariernya. Sementara itu, Swiatek tampil jauh dari performa terbaiknya, dengan banyak kesalahan sendiri yang membuatnya kehilangan enam kemenangan beruntun dalam pertandingan ini.
Performa Swiatek yang Tidak Memuaskan
Dalam pertandingan tersebut, Swiatek melakukan total 70 kesalahan sendiri, yang merupakan jumlah terbanyak kedua dalam satu pertandingan WTA 1000 dalam sejarahnya. Sebelumnya, ia pernah mencatatkan 83 kesalahan sendiri saat melawan Barbora Krejcikova di Roma 2021. Kesalahan yang terus-menerus dilakukan oleh Swiatek membuatnya gagal mempertahankan gelar juara.
Navarro berhasil menyapu bersih set ketiga dengan skor 6-0, atau yang dikenal sebagai “bagel”. Hal ini membuat ambisi Swiatek untuk meraih gelar di Beijing pupus. Kemenangan ini menunjukkan dominasi Navarro yang luar biasa dalam pertandingan tersebut.
Perjalanan Pertandingan
Set pertama dimulai dengan cepat. Swiatek sempat unggul 2-0 setelah memanfaatkan peluang break pertamanya. Namun, Navarro langsung merespons dengan mematahkan servis lawannya. Dari situ, petenis Amerika itu memenangkan empat gim beruntun, termasuk dua break, dan mengunci set pertama dengan skor 6-4 dalam waktu 50 menit.
Di set kedua, Swiatek mencoba bangkit. Meskipun Navarro sempat unggul lewat break di gim ketiga, Swiatek segera membalas. Skor berjalan imbang hingga posisi 5-4 untuk Swiatek. Tekanan pun muncul untuk Navarro, dan Swiatek berhasil memanfaatkan peluang break pertamanya untuk menutup set dengan skor 6-4. Peningkatan servis menjadi kunci, di mana Swiatek mencetak enam ace dan memenangkan 70 persen poin dari second serve.
Dominasi Navarro di Set Ketiga
Di set ketiga, Navarro tampil sangat luar biasa. Ia langsung merebut dua break beruntun dan menjaga servisnya untuk unggul cepat 4-0. Tekanan besar yang diberikan oleh Navarro membuat Swiatek semakin banyak melakukan kesalahan. Navarro melanjutkan dominasi dengan break ketiga, lalu menutup laga dengan kemenangan telak 6-4, 4-6, 6-0 dalam waktu dua setengah jam.
Pengaruh Terhadap Peringkat Dunia
Kekalahan ini sangat menyakitkan bagi Swiatek karena berdampak pada perebutan peringkat satu dunia di akhir musim. Ia gagal mendekati Aryna Sabalenka di puncak peringkat. Padahal, pekan lalu ia baru saja meraih gelar juara di WTA 500 Korea Open.
Sementara itu, Navarro menikmati hasil terbaiknya di ajang WTA 1000 musim ini. Ia kini menunggu lawan di babak perempat final antara Jessica Pegula (unggulan 5) dan Marta Kostyuk (peringkat 23). Dengan kemenangan ini, Navarro dipastikan kembali masuk jajaran 15 besar dunia, berada di posisi 14 dalam live ranking.
