Kekuatan Eksekutorial Rekomendasi Bawaslu terhadap Keputusan KPU Masih Disoal

Kekuatan Eksekutorial Rekomendasi Bawaslu terhadap Keputusan KPU Masih Disoal

Juni 17, 2022 Off By publica id

Publica.id, Banjarmasin – Tindak lanjut dan kekuatan eksekutorial atas rekomendasi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) terhadap keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih disoal.

Pasalnya, masih ada diskursus antara penerapan penanganan pelanggaran dan dualisme kewenangan.

Hal itu mengemuka pada diskusi yang dibalut dalam Podcast Penanganan Pelanggaran di Studio Mini Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan, Jum’at pagi (17/6/2020).

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kota Banjarmasin, Subhani SEI yang turut dalam “perbincangan” terkait penanganan pelanggaran pemilu itu menjelaskan secara terinci mengenai pelanggaran administrasi secara terstruktur, sistematis, dan massif atau TSM.

Menurutnya, sinkronisasi peraturan perundang-undangan juga sangat perlu, agar tak ada overlap dalam penanganan pelanggaran pemilu.

Diskusi Seputar Hukum Pemilu tersebut dipandu Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan, Azhar Ridhanie SHI MIP atau yang akrab dipanggil Bang Aldo.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Balangan, Wawan Gunawan AKs dan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Hulu Sungai Utara, Khairil SSos turut dalam perbincangan hangat tersebut.

Isu lain yang juga mereka angkat terkait sekaligus menjadi kajian dan refleksi atas Penanganan Pelanggaran Pilkada Tahun 2020 serta Proyeksi Mitigasi dan Litigasi Penanganan Pelanggaran Pilkada Tahun 2024 mendatang berikut dinamika penyelesaiannya.

Wawan Gunawan sempat menjelaskan mengenai disparitas antara rekomendasi Bawaslu dengan Keputusan KPU.

Di penutup, Azhar Ridhanie selaku host senada dengan Subhani, menekankan perlunya harmonisasi dan sinkronisasi aturan dalam penegakan pelanggaran administrasi pemilihan, agar tidak ada tumpang tindih dalam pelaksanaan penanganan pelanggaran administrasi pemilihan antara sesama Penyelenggara Pemilu.

Di sisi lain, dia juga mengharapkan tumbuhnya kesadaran yang tinggi para pihak untuk bersama-sama mendukung upaya terselenggaranya Pemilu Serentak Tahun 2024 yang bersih, luber, dan jurdil.

“Pemilu sudah memasuki tahapan, sudah semakin men dekati kita, sudah di depan mata,” pungkasnya. (mun)