Kekurangan Oksigen Jadi Kendala Percepatan Pembangunan Jembatan Alalak

Publica.id, Banjarmasin – Stok oksigen yang terbatas akibat melonjaknya kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan (Kalsel) juga berdampak terhadap proses pengerjaan proyek Jembatan Sei Alalak

Pimpro Jembatan Sei Alalak Andika Mulrosha mengungkapkan beberapa pengerjaan penting untuk proses penyelesaian Jembatan Sei Alalak ini terhambat karena kelangkaan oksigen.

Karena sejumlah bagian penting dalam proses pengerjaan Jembatan Sei Alalak, memerlukan oksigen khususnya lagi terkait proses pembongkaran Jembatan Alalak I yang lama.

“Karena oksigen sangat dibutuhkan untuk pekerjaan-pekerjaan dan vital untuk saat ini, khususnya penuntasan bentang utama. Terutama sekali pada pembongkaran atau demolis jembatan eksisting atau jembatan lama,” kata Andika, Jumat (13/8/2021).

kelangkaan oksigen ini pun menjadi kendala yang sedang dihadapi dalam proses penyelesaian Jembatan Sei Alalak. Meski sudah berusaha dengan berburu oksigen di berbagai tempat.

“Teman-teman sudah berupaya mencari dalam dua minggu ini cuma masih sangat langka. Semoga pemerintah bisa mengatasi ini segera,” harap Andika.

Terkait sudah sampai dimana, progress penyelesaian Jembatan Sei Alalak ini, Andika mengatakan sudah mencapai 92 persen.

“Sekarang statusnya Jembatan Alalak I ini sudah terkoneksi untuk bentang utamanya,” ungkapnya.

Meski terjadinya kelangkaan oksigen, Andika mengatakan pihaknya akan berupaya maksimal jembatan penghubung  Banjarmasin – Barito Kuala ini bisa selesai sesuai jadwal.

“Insya Allah kami berupaya sekali supaya target finalisasi atau penyelesaian proyek Jembatan Sei Alalak ini hingga 15 September 2021 dapat sukses terlaksana.Kita mohon doa serta dukungan dari masyarakat agar bisa berjalan lancar,” tukasnya.(Dic/Afr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *