Ketua Bawaslu Banjarmasin Ingatkan Masyarakat Memilih Jangan Karena Politik Uang

Ketua Bawaslu Banjarmasin Ingatkan Masyarakat Memilih Jangan Karena Politik Uang

Juni 16, 2022 Off By publica id

Publica.id, Banjarmasin – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Banjarmasin, H Muhammad Yasar mengingatkan kembali masyarakat Kota Seribu Sungai untuk memilih jangan karena adanya politik uang.

“Milih calon anggota legislatif ataupun calon pemimpin jangan karena politik uang, jangan memilih karena diiming-imingi uang, pilihlah berdasarkan hati nurani, pilih calon terbaik, karena apa yang kita pilih sekarang akan berimbas pada lima tahun perjalanan kehidupan bernegara dan berpemerintahan kita yang akan datang.” Kata Yasar.

Yasar menyatakan hal ini di depan warga Kota Banjarmasin, khususnya warga Kelurahan Pemurus Luar, Kamis (16/6/2022) di Kantor Camat Banjarmasin Timur pada giat Pendidikan Politik dan Demokrasi yang digelar Badan Kesbangpol Banjarmasin.

Menurut alumni Universitas al-Azhar Kairo itu, salah satu peran masyarakat adalah keikutsertaan dalam memilih pemimpin.

“Memilih haruslah berdasarkan hati nurani, memilih karena calon pemimpin tersebut memiliki program yang bagus, visi dan misinya bagus,” ujarnya.

Dia meminta warga agar menolak segala bentuk politik uang. Bentuk politik uang tidak hanya berupa lembaran uang, tetapi juga bentuk lain, seperti sembilan bahan pokok (sembako).

Yasar

Ketua Bawaslu Banjarmasin, H Muhammad Yasar memberikan materi pada kegiatan Pendidikan Politik dan Demokrasi yang digelar Badan Kesbangpol Banjarmasin, Kamis (16/6).

Yasar kemudian mengungkap kasus politik uang yang Bawaslu Banjarmasin tangani pada saat Pilkada yang lalu, kasus pembagian sembako berupa minyak goreng yang kasusnya berujung sampai ke pengadilan.

“Itu salah satu bentuk pelanggaran pemilu, politik uang merupakan pelanggaran pidana yang kasusnya ditangani Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang tediri dari Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan,” kata Yasar menjelaskan.

Jadi, lanjutnya, jangan karena uang yang relatif sedikit atau barang, justru nantinya akan membuat repot, membuang tenaga, dan membuang waktu untuk berurusan yang berkaitan hukum.

Di bagian lain, Yasar menjelaskan jika pihaknya akan menindak tegas pelanggaran pemilu. Namun sebelum ada penindakan, ada pencegahan-pencegahan terlebih dulu. Pertemuan inipun, ujarnya lagi, termasuk di antara langkah preventif, langkah pencegahan, mencegah, agar ke depannya Pemilu lebih bersih dan lebih demokratis.

“Ibu, Bapak, jangan lupa, tanggal 14 Februari 2024 nanti kita akan melaksanakan Pemilu Serentak se-Indonesia, seperti biasa pemilu dilaksanakan lima tahun sekali dengan bepegangan pada asas Luber dan Jurdil,” ucapnya.

Selama Pemilu berlangsung, katanya lagi, masyarakat dapat ikut mengawasi semua tahapan, dari tahapan pendaftaran calon sampai pencoblosan atau pemilihan suara. “Partisipasi masyarakat dalam mengawasi ini menjadi sangat penting untuk menciptakan Pemilu yang bermartabat,” tegasnya.

Masih menurut Yasar, tahapan yang paling dekat adalah tahapan pendaftaran Partai Politik. “Harapan kami masyarakat bisa berperan aktif dan berpartisipasi ikut serta mengawasi jalannya Pemilu Serentak 2024 dan Pilkada 2024. “Untuk tahapan Pilkada, mulai Oktober 2023 sudah masuk tahapan dan mulai berjalan prosesnya,” pungkasnya. (mun)