Teknologi

Kisah Ibu Muda ODHIV di Rohil: Peluang Hidup 20 Persen dan Cinta Suami yang Tulus

Kehidupan Seorang Perempuan dengan HIV di Rohil

Perempuan berinisial N duduk di kantin Puskesmas Bagansiapiapi, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Senin (1/12/2025). Ia ditemani oleh suami dan seorang anaknya yang masih berusia tiga tahun. Keluarga itu sedang menunggu jadwal untuk berkonsultasi dengan dokter penanggungjawab yang menangani pasien HIV.

Ya, perempuan 31 tahun itu adalah salah satu pasien Orang Dengan HIV (ODHIV). Ia merupakan salah satu dari tujuh ODHIV yang dilayani oleh Puskesmas Bagansiapiapi. Kepada Publica.id, N mengungkapkan kisahnya sebagai ODHIV. Ia mengaku takut ketika bercerita dengan orang lain tentang status ODHIV yang ada padanya. Namun sosok suami yang sangat mencintainya membuat N tetap semangat menjalani hidup.

N mengungkapkan bahwa ia baru tahu dirinya mengidap virus HIV pada tahun 2019 lalu. Ia terjangkit virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia itu dari mantan pacarnya. “Saya tidak tahu apakah mantan pacar saya itu mengidap HIV atau tidak, karena dia tidak pernah berobat. Tapi tahun 2017 atau 2018 dia meninggal,” ujar N.

Dengan nada berat, N mengaku bahwa ia pernah berhubungan dengan mantan pacarnya tanpa alat pengaman pada tahun 2016 lalu. Lebih lanjut ia menceritakan gejala awal yang dirasakannya adalah sakit di dada. “Waktu itu gak ada rasa sakit apapun, cuma di dada awalnya kayak masuk angin, terus berat badan saya turun drastis dari 46 kilogram jadi 27 kilogram dalam kurun waktu 2 bulan,” ujar N.

Saat dilakukan pengecekan awal, dokter mendiagnosa N mengalami sakit jantung dan paru-paru. Untuk memastikan penyakitnya itu, N disarankan melakukan pengecekan lebih mendalam ke rumah sakit. Kondisi kesehatan N terus memburuk hingga ia sempat lumpuh bahkan mengalami koma selama sebulan.

Karena kondisinya yang memburuk, dokter sempat memvonis N hanya memiliki peluang hidup 20 persen. “Dokter bilang peluang hidup saya hanya 20 persen, dokter sudah bilang ke keluarga agar mengikhlaskan saya,” tuturnya. Namun setelah menjalani perawatan intensif, N sadar dari koma. Dokter kemudian melanjutkan pengecekan kesehatan lanjutan dengan mengambil sampel darah dan liur. Dari hasil pengecekan laboratorium rumah sakit, kemudian diketahui bahwa N diserang virus HIV.

Vonis dokter mengguncang hatinya, N mengaku sedih dan tidak sanggup lagi menjalani hidup. Namun orangtuanya senantiasa memberikan dukungan dan semangat serta menasehati N agar tidak melakukan perbuatannya di masa lalu.

Menemukan Pasangan Hidup

Hingga pada tahun 2022 ia menemukan sosok pria berinisial P. N mengenal sosok pria yang begitu mencintainya itu lewat media sosial. Sebelum menikah, N berbicara jujur dan terbuka dengan pria itu tentang kondisinya. Kejujurannya itu disambut dengan ketulusan cinta dari P hingga mereka melangsungkan pernikahan pada tahun 2022 dan kini rumah tangga mereka sudah dikaruniai dua orang anak.

Kepada Publica.id, P mengaku tidak pernah takut atau merasa jijik akan kondisi istri yang begitu dicintainya. Ia berkeyakinan bahwa istrinya masih bisa sembuh. “Saya gak ada jijik, pasti bisa sembuh,” ungkapnya. P setia menemani istrinya, dan selalu mengingatkan agar N rutin mengkonsumsi obat yang diambil dari Puskesmas. Bahkan ia melarang istrinya saat melakukan kerja berat, agar istrinya tidak merasakan lelah yang bisa membuat kondisi kesehatannya menurun.

“Saya ingatkan terus agar minum vitaminnya, karena terkadang dia lupa jadi saya ambilkan kotak vitaminnya saya suruh minum, pas ketiduran saya bangunkan supaya bisa minum vitamin,” tutur P.

Pandangan Masyarakat yang Berubah

Pandangan negatif masyarakat terhadap penyakit yang dialami N seperti tidak terbukti. P mengaku rutin berhubungan suami istri dengan N. Selain itu, pasangan ini sudah dikaruniakan dua buah hati yang dinyatakan sehat. Hal ini dipastikan lewat pengujian sampel darah dua anak mereka yang dinyatakan negatif virus HIV.

Hal ini juga dibenarkan oleh Dokter Dwi Septi Andria, salah satu dokter di Puskesmas Bagansiapiapi yang menjadi penanggungjawab konselor untuk N. “Pengujian sampel dilakukan di Jakarta, dan hasilnya negatif,” ujar Dwi. Selain itu Dwi tetap menyarankan agar kepada suami menggunakan pengaman saat melakukan hubungan suami istri. Tujuannya agar P tidak tertular virus HIV tersebut.

Meski begitu, Dwi mengungkapkan bahwa kondisi N terpantau baik karena rutin meminum ARV. Ia mengungkapkan bahwa selain N, masih ada 6 pasien ODHIV yang dilayani oleh Puskesmas Bagansiapiapi, namun N termasuk pasien yang koperatif dan patuh mengikuti anjuran dokter.

Penulis: Nida’an KhafiyyaEditor: Nida’an Khafiyya