— Ekuador – Kepolisian Ekuador baru-baru ini menggemparkan publik setelah berhasil menggerebek ratusan paket kokain yang dihiasi gambar wajah pesepakbola terkenal, Erling Haaland. Penemuan tak terduga ini terjadi di perbatasan Kolombia.

Erling Haaland merupakan salah satu figur paling dikenal di dunia sepak bola saat ini, dengan citranya menghiasi berbagai platform media, mulai dari televisi, media sosial, hingga iklan. Namun, wajahnya kini muncul dalam konteks yang sangat berbeda dan mengejutkan di Ekuador, tercetak pada paket-paket kokain.

Menurut laporan AP News, insiden ini bermula pada Rabu (12/8/2026) ketika agen anti-narkoba menerima informasi anonim mengenai sebuah truk mencurigakan di jalur Pan-American Highway pada Selasa (11/8). Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi melakukan penggeledahan pada sebuah bus yang diduga membawa barang terlarang.

Dalam penggeledahan tersebut, petugas berhasil menyita total 370 paket kokain. Paket-paket yang dibungkus plastik hijau ini menampilkan gambar Erling Haaland dalam seragam Timnas Norwegia. Barang haram tersebut ditemukan di dasar sebuah truk yang telah dimodifikasi.

Berat total kokain yang ditemukan mencapai 469 kilogram, dengan estimasi nilai pasar mencapai lebih dari 11 juta dolar Amerika Serikat, atau setara dengan sekitar Rp196 miliar. Penggunaan gambar pesepakbola populer ini diduga memiliki motif tertentu dalam jaringan narkoba.

Para ahli kejahatan terorganisir menjelaskan bahwa penggunaan gambar politisi atau selebriti pada paket narkoba sering kali dilakukan oleh kartel narkoba. Tujuannya bervariasi, mulai dari memudahkan identifikasi produk, menandai kualitas, hingga mempermudah proses transportasi dan distribusi.

Fenomena ini bukan pertama kalinya terjadi. Sebelumnya, gambar wajah Lionel Messi juga pernah ditemukan pada paket narkoba yang disita oleh pihak kepolisian. Hal ini menunjukkan adanya tren penggunaan figur publik sebagai ‘merek’ dalam peredaran gelap narkotika.

Dalam operasi penggerebekan tersebut, dua orang berhasil ditangkap oleh kepolisian. Ekuador sendiri diketahui sering menjadi pusat logistik penting dalam perdagangan narkoba internasional, terutama untuk jalur distribusi menuju Amerika Serikat dan Eropa melalui Amerika Tengah.