Kreasi Tas Anyaman Purun Khas Amuntai Makin Banyak Diminati

Publica.id, Amuntai – Tas anyaman terbuat dari purun khas Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) semakin banyak diminati tak hanya warga lokal, akan tetapi juga wisatawan yang datang ke Amuntai.

Ini terlihat dari rutinitas warga yang saban hari Kamis biasanya diwarnai dengan kegiatan pasar dadakan yang terjadi di beberapa wilayah di HSU.

Salah satunya pasar kerajinan tangan Amuntai. Di pasar kerajinan Amuntai ini menjual kerajinan berupa tas, tikar, topi, bakul dan lain lain yang terbuat dari anyaman purun.

Pasar ini banyak dikunjungi warga Amuntai untuk berburu pernak pernik, ataupun sebagai oleh-oleh kepada rekan ataupun wisatawan.

Seperti Iska, warga lokal, dirinya datang ke pasar kerajinan yang terletak di Jalan Basuki Rahmat hanya untuk memborong tas anyaman purun.

Dia mengatakan tas anyaman purun sekarang sudah banyak kreasinya dan juga harganya yang terjangkau serta kualitas yang sangat bagus.

“Itulah kenapa membuat saya tertarik memborong tas ini untuk nantinya dibagikan ke teman-teman saya sebagai oleh-oleh khas Amuntai,” ujarnya.

Pasar Kerajinan yang beroperasi mulai sejak subuh ini sudah dibanjiri banyak pengunjung dari luar daerah yang biasanya merupakan pedagang untuk dijual lagi atau pun warga lokal dan wisatawan yang sedang berada di Amuntai.

Sedangkan kebanyakan pedagang di Pasar kerajinan kebanyakan merupakan para pengrajin anyaman purun yang ada di Desa Pihaung, Kecamatan Haur Gading.

Setiap minggu barang yang dijual bisa berbeda-beda, terutama Tas. Banyak dari para pengrajin yang mengkreasikan tas dengan motif yang unik serta bentuk yang kekinian sehingga menarik perhatian khususnya ibu-ibu. Bukan hanya desain yang sudah mengikuti tren kekinian harganya ramah dikantor berkisar Rp 20 ribu – Rp 30 ribuan.

Salah seorang pedagang yang sudah terbilang senior menjajakan dagangannya, Hayati punya cara unik mempromosikan dagangan dengan cara berteriak.

“Sudah dari lama saya jualan di sini, setiap Kamis subuh saya menjajakan dagangan saya. Terutama tas purun karena sekarang model dan kreasinya sudah banyak. Alhamdulillah banyak yang beli, bahkan ada yang memborong,” ujar Hayati.

Reporter: M Yoga Wiratama

Editor: Ahya Firmansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *