Peristiwa Viral di SPBU Kabupaten Bone: WNA Asal Jerman Mengamuk Karena Tidak Bisa Mengisi BBM
Sebuah peristiwa unik dan viral di media sosial terjadi di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Desa Labuaja, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Kejadian ini melibatkan seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Jerman yang marah setelah petugas SPBU menolak mengisi bahan bakar truknya.
Peristiwa tersebut berlangsung pada Sabtu (1/11) sekitar pukul 10.00 Wita. Dalam video yang diunggah oleh akun @InfoBone, terlihat seorang pria berambut putih dengan kaos biru cekcok sedang berdebat dengan petugas SPBU. Pria tersebut turun dari mobilnya dan memaki-maki petugas menggunakan bahasa Inggris.
Awal Mula Kejadian
Awalnya, bule tersebut datang ke SPBU bersama istrinya untuk mengisi solar. Namun, ia tidak memiliki QR Code Subsidi Tepat sebagai syarat pembelian bahan bakar subsidi. Oleh karena itu, sesuai ketentuan yang berlaku, operator SPBU menolak melakukan pengisian BBM subsidi tersebut.
Masalah muncul karena keterbatasan kemampuan berbahasa. Penjelasan yang diberikan oleh petugas SPBU tidak dapat dipahami dengan baik oleh konsumen, sehingga terjadi perdebatan singkat yang menarik perhatian warga sekitar.
Tanggapan dari Pertamina
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum, menyampaikan bahwa tindakan operator sudah tepat secara prosedural. Namun, situasi ini menjadi pembelajaran penting tentang pentingnya kemampuan komunikasi dalam pelayanan publik, terutama terhadap konsumen lintas budaya.
“Kami memahami bahwa situasi ini terjadi murni karena kendala komunikasi. Operator sudah menjalankan aturan dengan benar, namun keterbatasan bahasa menyebabkan kesalahpahaman di lapangan. Kedepan kami akan terus meningkatkan pelayanan,” ujar Rum.
Selain itu, Pertamina juga akan memastikan ketersediaan BBM jenis Dexlite di SPBU setempat sebagai alternatif bagi konsumen pengguna kendaraan diesel nonsubsidi. Hal ini dilakukan mengingat SPBU terdekat yang menjual Dexlite berjarak sekitar 12 kilometer dari lokasi kejadian.
Penjelasan dari Kapolsek Kahu
Kapolsek Kahu, Andi Muhammad Amir, menjelaskan bahwa bule tersebut mengamuk karena ditolak saat mau beli solar. Ia tidak memiliki barcode sebagai syarat pengisian BBM.
“Bule ini mau mengisi penuh kendaraannya, tetapi petugas tidak bisa menyanggupinya dengan alasan tak punya barcode,” kata Andi Muhammad, Senin (03/11/2025).
Menurut Amir, emosi bule itu memuncak karena merasa memiliki uang untuk melakukan pembayaran pengisian BBM secara penuh. Namun, petugas SPBU hanya bisa menyanggupi pengisian solar ke kendaraan bule tersebut senilai Rp 400 ribu.
“Hanya bisa diisikan Rp 400 ribu saja, dan bule itu turun marah-marah. Petugas SPBU dan bule itu tidak ada yang saling mengerti bahasanya,” sebutnya.
Langkah Perbaikan dari Pertamina
Rum menambahkan bahwa Pertamina akan terus melakukan langkah perbaikan berkelanjutan melalui pelatihan dan peningkatan fasilitas. Tujuannya adalah untuk memberikan pelayanan SPBU yang tidak hanya patuh prosedur, tetapi juga humanis dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.
Dengan adanya peristiwa ini, Pertamina berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memastikan kepuasan pelanggan, termasuk bagi konsumen yang berasal dari luar negeri.
