Teknologi Robotik Perkuat Sistem Keselamatan Pemadam Kebakaran di Surabaya
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kini memperkuat sistem keselamatan pemadam kebakaran dengan menghadirkan teknologi robotik sebagai garda terdepan dalam penanganan insiden berisiko tinggi. Peluncuran sejumlah unit pemadam berteknologi canggih itu dilakukan di Halaman Balai Kota Surabaya pada Rabu (24/12). Dengan adanya inovasi ini, Pemkot Surabaya menunjukkan komitmen kuatnya untuk menjaga keselamatan petugas pemadam kebakaran.
Salah satu fokus utama dari pengadaan peralatan baru tersebut adalah mengurangi potensi cedera yang selama ini banyak mengancam petugas ketika harus masuk ke lokasi kebakaran yang mengandung bahan kimia atau medan ekstrem. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa total ada dua unit robot pemadam kebakaran (Fire Fighting Robotic) serta satu unit Mobil Pemadam Kebakaran Hazmat yang didatangkan.
Menurutnya, teknologi robotik bukan sekadar inovasi, tetapi bagian dari upaya serius pemkot menjaga keselamatan petugas. Tujuannya jelas, karena Pemkot sering menghadapi kebakaran di lokasi yang penuh zat kimia, yang sangat membahayakan nyawa petugas. Apabila kondisi sudah tidak memungkinkan bagi personel untuk masuk ke area industri atau kimia tersebut, maka robot-robot inilah yang akan kita kirim sebagai garda terdepan.
Bukan hanya menggantikan peran manusia di lokasi berisiko tinggi, mobil Hazmat yang diluncurkan juga menyediakan Hyperbaric Chamber untuk memulihkan kondisi petugas usai berjibaku di lapangan. Di dalam mobil pemadam Hazmat itu sudah dilengkapi fasilitas Hyperbaric. Jadi, setelah petugas selesai menyemprot dan melepas baju Hazmat, mereka bisa langsung masuk ke sana untuk pemulihan oksigen.
Eri juga menegaskan bahwa ia sangat memikirkan nasib teman-teman pemadam. Ketika mereka rela mengorbankan diri demi orang lain, maka tugas Pemkot adalah menjaga mereka agar tetap sehat dan bisa kembali ke keluarga dalam keadaan selamat.
Kemampuan dan Fasilitas Robot Pemadam Kebakaran
Kepala DPKP Kota Surabaya Laksita Rini Sevriani menjelaskan bahwa robot dapat dikendalikan dari jarak jauh dan dirancang untuk memasuki area yang sangat berbahaya, termasuk gudang amunisi, kilang minyak, gedung tinggi, hingga zona dengan paparan bahan kimia atau ancaman bom. Dengan material tahan air dan ledakan, robot ini mampu mendaki kemiringan ekstrem hingga 42 derajat dan melewati rintangan setinggi 60 sentimeter.
Robot ini memiliki kemampuan water monitor yang dapat menyemprot air maupun busa sejauh 90 meter, serta kamera pendeteksi panas, sensor gas berbahaya, dan sistem komunikasi dua arah. Dengan jangkauan kendali hingga 900 meter, robot mampu bekerja di lokasi yang tidak aman bagi manusia sambil meminimalkan risiko petugas terluka.
Selain itu, mobil Hazmat juga dilengkapi ruang komando untuk memantau arah angin, suhu, dan sebaran zat berbahaya; APD lengkap level A–D; alat dekontaminasi; hingga pengisian tabung SCBA portabel. Peralatan ini melengkapi sistem perlindungan petugas baik sebelum, saat, maupun setelah pemadaman.
Komitmen Surabaya dalam Pemadaman Berbasis Keselamatan
Dengan kehadiran robot pemadam dan armada Hazmat yang canggih, Surabaya menegaskan komitmennya menghadirkan pendekatan pemadaman berbasis keselamatan. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan efektivitas penanganan kebakaran, tetapi juga menjadi langkah nyata untuk memastikan para petugas dapat bertugas tanpa mempertaruhkan nyawa secara langsung.
