Lalu Azmil Azizul Muttaqin Juara Pertama Lomba Karya Tulis Ilmiah dalam Bulan Solidaritas Palestina 2025
Lalu Azmil Azizul Muttaqin, seorang mahasiswa Jurusan Bahasa Arab di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang diselenggarakan dalam rangka Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2025. Kompetisi ini menjadi ajang penting bagi para generasi muda untuk menunjukkan kontribusi intelektual mereka terhadap isu Palestina.
Lomba karya tulis ini diselenggarakan atas kerja sama antara Panitia BSP 2025 dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia. Dalam siaran pers yang dikeluarkan oleh Ketua BSP 2025, Nurhadis, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan kepedulian terhadap isu Palestina melalui pemikiran kritis dan analisis mendalam dari kalangan akademisi muda.
Karya tulis yang dipertandingkan memiliki berbagai tema yang berkaitan dengan situasi Palestina, termasuk arkeologi, politik, dan dampak ideologi Zionis terhadap masyarakat. Juara pertama, Lalu Azmil Azizul Muttaqin, memenangkan lomba dengan karya berjudul “Arkeopolitik dan Klaim Ideologis Zionis”. Judul tersebut mencerminkan penelitian mendalam mengenai hubungan antara penggalian arkeologi dan agenda politik yang dilakukan oleh kelompok Zionis.
Juara kedua diraih oleh Yesrun Eka Setyobudi, seorang mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah di Universitas Jember, dengan karya berjudul “Dolus Specialist dan Anatomi Nakba”. Karya ini membahas bagaimana sistematisasi penderitaan Palestina melalui pendekatan historis dan analisis struktural.
Sementara itu, juara ketiga diperoleh oleh Nanda Uliya dari Jurusan Psikologi di Universitas Malikussaleh dengan karya berjudul “Dampak Ideologi Zionis Terhadap Kesehatan Mental Anak-anak Palestina”. Penelitian ini menyoroti aspek psikologis yang sering kali diabaikan dalam diskusi tentang konflik Palestina.
Nurhadis menjelaskan bahwa lomba ini tidak hanya menjadi wadah untuk mengekspresikan gagasan, tetapi juga sebagai bentuk partisipasi aktif generasi muda dalam upaya membangun kesadaran kolektif terhadap isu Palestina. Dewan juri yang terlibat dalam kompetisi ini terdiri dari tokoh-tokoh kredibel dan berpengalaman, sehingga memastikan bahwa penilaian dilakukan secara objektif dan profesional.
Tujuan dan Manfaat Lomba Karya Tulis Ilmiah
Lomba KTI dalam BSP 2025 memiliki beberapa tujuan utama:
- Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang isu Palestina melalui penelitian dan analisis ilmiah.
- Mengajak generasi muda untuk berkontribusi secara intelektual dalam isu-isu global.
- Membangun jaringan antara pelajar Indonesia dan organisasi internasional seperti PPI Tunisia.
Selain itu, lomba ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengekspresikan pandangan mereka melalui tulisan yang berbasis data dan argumen logis. Hal ini sangat penting dalam era informasi saat ini, di mana kemampuan berpikir kritis dan analitis menjadi kunci untuk memahami kompleksitas isu global.
Komentar dari Peserta dan Pembicara
Beberapa peserta menyatakan bahwa lomba ini memberikan ruang yang sangat bermanfaat untuk mengembangkan keterampilan penulisan ilmiah dan memperluas wawasan mereka tentang Palestina. Mereka juga menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggara yang telah menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi dan kreativitas.
Selain itu, banyak pembicara dan tokoh yang hadir dalam acara ini menilai bahwa lomba ini menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya solidaritas terhadap rakyat Palestina.
Kesimpulan
Lomba KTI dalam Bulan Solidaritas Palestina 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah untuk menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab sosial terhadap isu Palestina. Dengan partisipasi aktif dari generasi muda, diharapkan semangat solidaritas dan kepedulian akan terus berkembang dan berkelanjutan.
