Kepedulian Lapas Batulicin terhadap Masyarakat Sekitar melalui Bakti Sosial
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin menunjukkan komitmennya untuk berperan aktif dalam masyarakat sekitar melalui kegiatan bakti sosial yang digelar pada Jumat (3/10/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan antara lembaga pemasyarakatan dengan keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) serta masyarakat sekitar lingkungan lapas.
Kegiatan bakti sosial ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Batulicin, Arifin Akhmad, bersama jajaran pejabat struktural dan petugas pemasyarakatan. Dalam acara tersebut, disampaikan semangat “Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat”, yang juga menjadi bagian dari 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Dalam pelaksanaannya, Lapas Batulicin memberikan paket sembako kepada keluarga WBP dan warga sekitar. Setiap paket berisi kebutuhan pokok seperti satu kardus mi instan, beras, minyak goreng, gula, kopi, teh, susu, serta berbagai bahan penting lainnya. Tujuan dari pembagian paket ini adalah untuk menjalin silaturahmi dan membangun kebersamaan antara pihak lapas dengan masyarakat sekitar.
“Bakti sosial ini adalah salah satu cara kami menjalin silaturahmi dan membangun kebersamaan dengan keluarga warga binaan serta masyarakat sekitar. Mereka memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan sekitar lapas tetap kondusif, sekaligus mendampingi warga binaan menjalani masa pembinaan,” ujar Arifin Akhmad, Kepala Lapas Batulicin.
Selain itu, kegiatan bakti sosial ini juga sejalan dengan upaya pembangunan Zona Integritas di Lapas Batulicin. Hal ini mencakup beberapa area utama seperti Manajemen Perubahan, Penguatan Akuntabilitas Kinerja, dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari proses perbaikan internal lembaga pemasyarakatan.
Melalui inisiatif seperti ini, Lapas Batulicin menegaskan komitmennya untuk menjadi lembaga pemasyarakatan yang humanis, adaptif, serta memberikan dampak positif secara langsung bagi masyarakat. Kepedulian ini menunjukkan bahwa pihak lapas tidak hanya fokus pada tugas utamanya, tetapi juga berupaya membangun hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitarnya.
Beberapa langkah strategis telah diambil untuk memastikan keberlanjutan program bakti sosial ini. Misalnya, pihak lapas berencana untuk mengadakan kegiatan serupa secara berkala agar dapat terus memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan dan pihak swasta juga sedang dilakukan untuk memperluas cakupan bantuan.
Dengan adanya kegiatan bakti sosial ini, Lapas Batulicin menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan bukan hanya tempat rehabilitasi para tahanan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Melalui aksi nyata seperti ini, harapan besar dipegang bahwa peran lembaga pemasyarakatan akan semakin diterima dan dihargai oleh masyarakat luas.
