Teknologi

Lima Korban Banjir dan Longsor di Nduga Ditemukan, Empat Teridentifikasi



JAYAPURA, Publica.id

Tim tanggap darurat Kabupaten Nduga terus melakukan upaya pencarian di lokasi bencana longsor dan banjir bandang yang melanda Distrik Dal dan Distrik Meberok pada Sabtu, 1 November 2025.

Hingga saat ini, dari total 23 korban jiwa yang dilaporkan, lima di antaranya telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Empat korban berasal dari Distrik Dal dan satu dari Distrik Meberok. Jenazah mereka telah dimakamkan secara layak.

Berdasarkan data yang diterima Publica.id, korban yang telah ditemukan dan dimakamkan adalah sebagai berikut:

  1. Utlana Lilbib/Gwijangge (16 tahun)

    Jenazah ditemukan pada Selasa, 4 November 2025, di Sungai Toro, Kampung Genamba, Distrik Meberok dan dimakamkan pada hari yang sama pukul 14.00 WIT di kampung asalnya.

  2. Yupin Pokneangge

    Ditemukan di wilayah Sungai Panpan, Distrik Dal, dan telah dilakukan upacara pemakaman sesuai adat setempat.

  3. Lindana Pokneangge (6 tahun)

    Anak dari Libi Pokneangge, ditemukan oleh tim pencari di wilayah Gisimbabak dan langsung dikremasi di lokasi penemuan.

  4. Dilince Pokneangge (16 tahun)

    Ditemukan bersama Lindana di lokasi yang sama dan turut dikremasi di tempat.

  5. Sementara itu, satu korban lagi ditemukan pada pagi hari 6 November dan sedang dalam proses identifikasi di RS Pratama Elvrida Sara.

Upaya pencarian masih berlanjut

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Nduga, Yoas Beon, mengungkapkan bahwa tim pencarian yang terdiri dari unsur TNI-Polri, BPBD, dan masyarakat setempat masih terus menyisir aliran Sungai Toro dan Sungai Panpan untuk menemukan korban lainnya.

“Pemerintah Kabupaten Nduga telah menetapkan status tanggap darurat dan mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat proses evakuasi,” ujar Yoas dalam keterangan tertulis yang diterima Publica.id, Kamis (6/11/2025).

Yoas memastikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan keluarga para korban untuk menemukan para korban secepat mungkin.

“Kita terus ada di tengah masyarakat, guna melakukan pencarian dan koordinasi. Kami melakukan apa yang bisa kami lakukan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Yoas juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mendukung proses pencarian.

Doa dan solidaritas terus mengalir untuk keluarga korban yang masih menunggu kabar dari anggota keluarga mereka.

Kondisi Wilayah dan Upaya Pemulihan

Wilayah Distrik Dal dan Distrik Meberok yang terkena dampak bencana longsor dan banjir bandang mengalami kerusakan parah. Jalan-jalan utama terputus, rumah-rumah penduduk rusak, serta infrastruktur penting seperti jembatan dan saluran air mengalami kerusakan.

Pemerintah daerah dan lembaga bantuan sosial sedang berupaya keras untuk memulihkan kondisi tersebut. Mereka membagikan logistik seperti makanan, air minum, serta perlengkapan kebutuhan dasar kepada warga yang terdampak.

Selain itu, pihak berwenang juga melakukan evaluasi terhadap risiko bencana di masa depan. Langkah-langkah pencegahan seperti pengelolaan hutan dan perbaikan sistem drainase sedang dipertimbangkan agar kejadian serupa tidak terulang.

Partisipasi Masyarakat dan Koordinasi Tim

Masyarakat setempat sangat aktif dalam membantu proses pencarian dan evakuasi. Banyak warga yang bergabung dengan tim pencari untuk mencari korban yang hilang. Mereka juga membantu membersihkan area yang terkena dampak bencana.

Koordinasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjalankan operasi pencarian. Tim medis dan psikolog juga hadir untuk memberikan bantuan kepada keluarga korban yang sedang berduka.

Dukungan dari Luar Daerah

Beberapa organisasi nirlaba dan komunitas lokal dari luar daerah juga memberikan dukungan dalam bentuk bantuan logistik dan tenaga. Mereka datang ke lokasi bencana untuk membantu proses pemulihan dan memberikan semangat kepada masyarakat setempat.

Dukungan ini menunjukkan bahwa walaupun bencana menghancurkan, solidaritas dan kepedulian tetap tumbuh di tengah kesulitan.

Harapan untuk Masa Depan

Meski situasi masih sulit, masyarakat Nduga tetap berharap bahwa bencana ini akan menjadi pelajaran berharga. Mereka berharap dapat bangkit lebih kuat dan mencegah kejadian serupa di masa depan.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat, harapan besar diarahkan untuk memulihkan kembali wilayah yang terkena dampak bencana.

Penulis: Nida’an KhafiyyaEditor: Nida’an Khafiyya