News

Marc Marquez Akui Keistimewaan Indonesia, Prabowo Jamin Dukungan untuk MotoGP Mandalika

Presiden Prabowo Subianto Bertemu Marc Marquez di Jakarta

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengadakan pertemuan langsung dengan juara dunia MotoGP, Marc Marquez, di Jakarta pada Jumat, 27 September 2025. Pertemuan ini menjadi momen penting dalam menegaskan peran MotoGP Mandalika sebagai penggerak utama sport tourism di Indonesia hingga tahun 2031.

Pertemuan hangat tersebut turut dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir. Ia berada di samping Presiden saat menerima Marc Marquez serta dua talenta muda Indonesia, yaitu Mario Suryo Aji yang berlaga di Moto2, dan Veda Ega Pratama yang akan bergabung dengan Moto3. Pertemuan ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap pengembangan olahraga nasional, khususnya dalam bidang balap motor.

Presiden Prabowo menyatakan bahwa MotoGP Mandalika bukan hanya sekadar ajang balapan internasional, tetapi juga simbol kekuatan Indonesia sebagai pusat sport tourism. Hal ini sejalan dengan kontrak penyelenggaraan MotoGP yang berlangsung hingga tahun 2031. Dengan adanya kontrak jangka panjang ini, Indonesia memiliki kesempatan besar untuk memperkuat posisinya di kancah olahraga global.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menyampaikan rasa syukurnya atas pertemuan tersebut. Menurutnya, kehadiran Marc Marquez bersama Mario Aji dan Veda Pratama memberikan semangat baru bagi dunia olahraga Indonesia. “Alhamdulillah, Bapak Presiden sudah bertemu langsung dengan Marc Marquez, juara dunia MotoGP. Marc menyampaikan ini sebuah kehormatan bisa bertemu Bapak Presiden,” ujar Erick Thohir.

Erick menekankan bahwa perhatian Presiden Prabowo terhadap pembalap muda seperti Mario dan Veda menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung generasi penerus. Ia menilai langkah ini dapat memberi inspirasi besar bagi anak-anak muda Indonesia. “Sekarang Mario sudah di Moto2, Veda akan ke Moto3. Presiden berharap keduanya bisa menjadi inspirasi dan membuka jalan bagi generasi muda pembalap Indonesia berikutnya,” tambah Erick.

Menurut Erick, peluang besar terbuka karena Indonesia masih memiliki kontrak penyelenggaraan MotoGP hingga 2031. Hal ini harus dimanfaatkan untuk menumbuhkan pembalap Indonesia berkelas dunia yang mampu bersaing secara global. Selain pengembangan prestasi, pemerintah juga tengah merancang program keberlanjutan. Salah satu agenda penting adalah penyusunan dana pensiun khusus atlet dan pelatih.

“Ini bagian dari ekosistem olahraga berkelanjutan, di mana prestasi harus diimbangi dengan perlindungan masa depan atlet,” kata Erick.

Marc Marquez sendiri mengaku merasa terhormat bisa kembali ke Indonesia. Sang juara dunia MotoGP itu menyampaikan kegembiraannya setelah baru saja memastikan gelar juara dunia beberapa hari sebelumnya. “Saya senang sekali kembali ke Indonesia setelah menjadi juara dunia tiga hari yang lalu,” ujar Marquez dengan penuh semangat.

Ia juga menyebut Mandalika sebagai sirkuit spesial yang selalu dinantikan. Marquez menegaskan bahwa dukungan fans Indonesia merupakan salah satu yang terbaik di dunia MotoGP. “Mandalika akan menjadi sirkuit pertama setelah saya meraih gelar, dan saya akan mencoba menikmatinya. Indonesia selalu spesial karena fans di sini sangat luar biasa. Ini adalah salah satu negara terbaik untuk menikmati MotoGP,” sambung Marquez.

Kehadiran Marc Marquez di Istana Negara bersama Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa MotoGP Mandalika bukan hanya tontonan olahraga, tetapi juga momentum kebanggaan nasional. Ajang ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia di mata dunia. Dengan dukungan penuh pemerintah, kolaborasi bersama pembalap dunia seperti Marc Marquez, dan kesempatan emas bagi Mario Suryo Aji serta Veda Ega Pratama, MotoGP Mandalika diyakini akan menjadi tonggak kebangkitan sport tourism Indonesia. Pertemuan ini menandai langkah besar Presiden Prabowo Subianto dalam mengawal masa depan olahraga tanah air.

Penulis: Nida’an Khafiyya