PT Merdeka Gold Resources Tbk Memulai Penambangan Pertama di Tambang Emas Pani
PT Merdeka Gold Resources Tbk (MGR) secara resmi memulai penambangan pertama atau first mining di Tambang Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, pada 1 Oktober 2025. Tahap awal ini ditandai dengan pengupasan lapisan tanah (overburden stripping) dan pengambilan bijih pertama dari salah satu cadangan emas terbesar di Indonesia.
“First mining adalah tonggak penting bagi MGR, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Presiden Direktur MGR, Boyke P. Abidin. “Fase yang menandai dimulainya kegiatan penambangan yang dalam waktu dekat diikuti dengan fase pelindian, pengolahan, dan produksi emas.”
Langkah strategis ini dilakukan tak lama setelah MGR melantai di Bursa Efek Indonesia pada 23 September 2025 dengan kode saham EMAS. Melalui penawaran umum perdana, MGR berhasil menghimpun dana sebesar Rp4,66 triliun yang akan digunakan untuk mendukung pengembangan Tambang Emas Pani.
Tambang yang berlokasi di Desa Hulawa ini diperkirakan mengandung lebih dari 7 juta ounces emas dengan umur tambang multidekade. Operasi tambang, fasilitas pengolahan, hingga infrastruktur pendukung dikelola oleh anak-anak usaha MGR. Proyek ini dirancang sebagai tambang terbuka yang dikembangkan secara bertahap.
Pada tahap awal, MGR mengandalkan metode pengolahan heap leach dengan kapasitas 7 juta ton bijih per tahun. Dari metode ini, perusahaan menargetkan produksi sekitar 140.000 ounces emas per tahun. Selanjutnya, MGR akan membangun fasilitas carbon-in-leach (CIL) dengan kapasitas awal 7,5 juta ton bijih per tahun, yang rencananya diekspansi menjadi 12 juta ton pada 2030.
Jika kedua fasilitas telah beroperasi penuh, gabungan kapasitas heap leach dan CIL akan mencapai 19 juta ton bijih per tahun, dengan potensi produksi puncak hingga 500.000 ounces emas per tahun. Produksi perdana dari fasilitas heap leach ditargetkan dapat tercapai pada kuartal I 2026.
Dalam jangka panjang, kehadiran Tambang Emas Pani diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi di Pohuwato dan Gorontalo. Boyke menegaskan bahwa manfaat proyek tidak hanya pada sisi produksi, melainkan juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk menjalankan operasi yang bertanggung jawab, mematuhi prinsip Good Mining Practices dan standar Environmental, Social, and Governance yang tinggi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” jelas Boyke.
Dengan dimulainya first mining, rangkaian kegiatan berikutnya mulai dari ore stacking hingga pengolahan emas akan segera berjalan. Hal ini menjadi langkah maju menuju produksi emas perdana pada tahun depan, sekaligus membuka babak baru bagi MGR untuk menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Rencana Pengembangan Tambang Emas Pani
Berikut beberapa rencana pengembangan yang akan dilakukan oleh MGR:
- Tahap Awal:
- Penggunaan metode heap leach dengan kapasitas 7 juta ton bijih per tahun
-
Target produksi sekitar 140.000 ounces emas per tahun
-
Tahap Berikutnya:
- Pembangunan fasilitas carbon-in-leach (CIL) dengan kapasitas awal 7,5 juta ton bijih per tahun
-
Ekspansi kapasitas CIL menjadi 12 juta ton pada 2030
-
Kapasitas Total:
- Gabungan kapasitas heap leach dan CIL mencapai 19 juta ton bijih per tahun
- Potensi produksi puncak hingga 500.000 ounces emas per tahun
Visi dan Komitmen MGR
MGR memiliki visi untuk menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia. Dalam proses pengembangan, perusahaan menekankan pentingnya menjalankan operasi yang bertanggung jawab serta mematuhi standar lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan yang tinggi.
Boyke P. Abidin, Presiden Direktur MGR, menegaskan bahwa proyek ini tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga akan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. Dengan demikian, MGR berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara pengembangan bisnis dan tanggung jawab sosial serta lingkungan.
Langkah Maju Menuju Produksi Emas Perdana
Setelah penambangan pertama dimulai, MGR akan segera menjalani rangkaian kegiatan berikutnya, termasuk ore stacking dan pengolahan emas. Proses ini menjadi langkah penting menuju produksi emas perdana pada tahun depan. Dengan penyelesaian tahapan-tahapan tersebut, MGR siap memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam industri pertambangan emas di Indonesia.
