News

Netanyahu Pujikan Militer Israel Setelah Gagalkan Misi Flotilla Sumud ke Gaza, Ratusan Aktivis Ditahan

Peran Angkatan Laut Israel dalam Mencegat Armada Sumud

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memberikan apresiasi terhadap tindakan yang dilakukan oleh Angkatan Laut Israel dalam mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam Armada Global Sumud. Operasi ini dilakukan sebagai respons terhadap konvoi aktivis internasional yang berupaya untuk menembus zona perang dan menuju wilayah Gaza.

Netanyahu menyampaikan rasa bangga atas profesionalisme dan efisiensi yang ditunjukkan oleh prajurit serta komandan angkatan laut selama operasi tersebut. Ia menilai bahwa tindakan yang diambil berhasil mencegah puluhan kapal masuk ke wilayah perang dan menghentikan upaya kampanye yang dinilai merugikan citra negara. Pernyataan ini disampaikan pada Jumat (3/10) dan menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk memperkuat narasi bahwa Israel sedang menjalani perang tidak hanya secara militer, tetapi juga dalam hal legitimasi global.

Operasi pencegatan ini berlangsung selama 12 jam di laut, dengan lebih dari 400 aktivis dari 41 kapal yang ditahan. Di antara mereka termasuk tokoh lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg. Setelah proses penahanan, para aktivis dibawa ke pelabuhan Ashdod. Seorang pejabat Israel menegaskan bahwa tujuan dari operasi ini bukan hanya tentang keamanan maritim, tetapi juga untuk menegaskan kembali blokade Gaza yang telah lama diberlakukan. Menurutnya, aksi para aktivis dirancang untuk melawan kebijakan tersebut.

Kritik terhadap Tindakan Israel

Meski demikian, operasi ini mendapat kritik dari berbagai pihak. Penyelenggara dari Yunani mengungkapkan bahwa ada 11 warga mereka yang melakukan mogok makan sebagai bentuk protes terhadap penahanan yang dianggap ilegal. Meskipun begitu, pemerintah Yunani memastikan bahwa kondisi para penumpang dalam keadaan sehat dan tidak ada kekerasan yang terjadi selama proses penahanan.

Israel menyatakan bahwa para aktivis akan segera dideportasi ke Eropa. Departemen Luar Negeri Israel bahkan merilis foto Greta Thunberg bersama sejumlah aktivis lainnya di media sosial X. Dalam unggahan tersebut, mereka disebut sebagai “penumpang Hamas-Sumud” yang sedang dalam proses pemulangan.

Tujuan Armada Sumud

Armada Sumud sendiri awalnya dianggap sebagai aksi simbolis yang bertujuan untuk menekan Israel agar membuka jalur bantuan kemanusiaan ke Gaza. PBB telah memperingatkan bahwa kondisi kelaparan di wilayah tersebut semakin memburuk. Aksi ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap rakyat Gaza yang menghadapi kesulitan hidup akibat pembatasan akses ke sumber daya.

Namun, bagi Netanyahu, keberhasilan operasi ini memiliki makna yang lebih luas. Selain sebagai tindakan pencegahan, ia menggunakan momen ini untuk memperkuat narasi bahwa Israel tidak hanya menghadapi ancaman fisik, tetapi juga perang opini publik di tingkat global. Pujian terbuka kepada militer juga menjadi cara untuk mengokohkan posisi Israel dalam pandangan dunia.

Kesimpulan

Operasi Angkatan Laut Israel dalam mencegat Armada Sumud mencerminkan strategi pemerintah dalam menjaga keamanan dan mempertahankan citra negara. Meski mendapat kritik dari berbagai pihak, tindakan ini dianggap sebagai langkah penting dalam menghadapi tantangan baik secara militer maupun dalam hal legitimitas global. Bagi Netanyahu, keberhasilan operasi ini bukan hanya sekadar tindakan militer, tetapi juga bagian dari upaya untuk memperkuat narasi bahwa Israel sedang menjalani perang yang kompleks dan multidimensi.

Penulis: Nida’an Khafiyya