Teknologi

Nobi, Pedagang Sayur yang Jual Durian di Pangkalpinang, Berangkat Dini Hari untuk Buah Berkualitas

Musim Durian di Bangka Belitung: Kehidupan yang Bergantung pada Buah Berduri

Musim durian kembali tiba di Bangka Belitung, memasuki akhir tahun 2025. Di tengah keberagaman durian yang tersedia, baik durian lokal maupun durian bermerek dari perkebunan masyarakat, suasana pasar menjadi lebih ramai dan hidup. Nobi, seorang pedagang durian di Pasar Pagi Taman Sari, Pangkalpinang, mengatakan bahwa saat musim durian tiba, pasar terasa lebih dinamis.

Pada sore hari, para pedagang bersaing untuk menarik pembeli dengan suara mereka yang berteriak. Kendaraan melintasi jalan-jalan sempit, sementara aroma durian menguasai udara. Nobi, yang telah menjalani bisnisnya selama lebih dari 15 tahun, menggantungkan hidupnya pada durian selama musimnya tiba.

Perjalanan Panjang Sebelum Durian Sampai di Pasar

Durian yang dijajakan Nobi berasal dari kebun langganan di Desa Nangka, Bangka Selatan. Ia dan rekan kerjanya harus berangkat dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB, agar mendapatkan buah terbaik. Setelah itu, durian disimpan di rumahnya di kawasan Tuatunu sebelum dibawa ke pasar menggunakan sepeda motor atau mobil pikap saat permintaan meningkat.

Kebiasaan ini dilakukan karena permintaan durian sangat tinggi, terutama pada akhir pekan. Jumlah durian yang dibawa bisa mencapai 250 hingga 300 buah, meski kadang masih kurang. Nobi dan Zaki tidak hanya sebagai pedagang, tetapi juga penghubung antara petani dan konsumen di kota.

Kepercayaan dan Kerja Sama Jangka Panjang

Kepercayaan menjadi kunci utama dalam hubungan antara Nobi dan para petani. Mereka rela menjelajah hampir seluruh Pulau Bangka demi menjaga kualitas durian. Zaki mengungkapkan bahwa mereka pernah masuk ke kampung yang tidak memiliki sinyal dan bahkan ke hutan yang jarang dikunjungi.

Salah satu pengalaman berkesan terjadi saat mereka menemui petani yang menjual durian hanya dengan harga Rp5 ribu per buah, padahal kualitasnya sangat baik. Mereka membeli durian tersebut dengan harga lebih tinggi, dan hasilnya laris di pasar. Petani pun merasa senang karena durian mereka dihargai layak.

Harga dan Risiko dalam Bisnis Durian

Harga beli durian dipukul rata Rp20 ribu per buah, dengan jumlah ambil bisa mencapai Rp2 juta hingga Rp6 juta. Meski demikian, Nobi menyadari risiko dalam bisnis ini. Keuntungan bersih bisa berkisar antara Rp400 ribu hingga Rp2 juta, tergantung ramai atau tidaknya pembeli.

Bagi Nobi, durian dari kebun sendiri adalah berkah terbesar. Tanpa modal pembelian buah, keuntungan bisa berlipat. Namun, durian kampung sangat bergantung pada cuaca. Tahun ini, kebun pribadinya tidak berbuah lebat, sehingga ia kembali bergantung pada kebun langganan.

Dampak Ekonomi dan Potensi Durian Bangka Belitung

Menurut Edo Maryadi, Ketua Tim Kerja Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, durian Babel memiliki keragaman jenis yang tumbuh baik. Pengembangan durian memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, dengan perputaran uang yang meningkat signifikan saat musim durian tiba.

Data Statistik Pertanian DPKP Babel menunjukkan bahwa luas tanam durian mencapai 2.487,20 hektare pada 2024, dengan total produksi mencapai 7.061,90 ton. Angka ini meningkat dibandingkan 2023, menunjukkan peningkatan intensitas panen durian lokal di kebun-kebun rakyat.

Tantangan Cuaca dan Upaya Adaptasi

Meskipun durian memiliki potensi ekonomi yang besar, faktor cuaca menjadi tantangan utama. Edo mengatakan bahwa idealnya, tanaman durian membutuhkan periode panas sekitar 15 hingga 18 hari tanpa hujan agar bunga dan buah dapat berkembang secara optimal. Namun, tahun ini cuaca ekstrem dengan hujan terus-menerus membuat produksi menurun.

Sejumlah petani mengalami gagal panen atau hasil panen yang tidak maksimal. Namun, sebagian dari mereka mulai beradaptasi dengan pola perawatan dan pemupukan yang lebih terencana.

Pembinaan dan Pelepasan Varietas Durian Unggulan

Sejak 2012, pemerintah daerah telah melakukan pembinaan dan pelepasan varietas durian unggulan Bangka Belitung ke tingkat nasional. Salah satu varietas yang disebut-sebut memiliki potensi besar adalah Estik Labuno atau Super Tembaga, yang disebut-sebut bisa menjadi ikon durian Indonesia.

Selain itu, DPKP Bangka Belitung rutin melaksanakan bimbingan teknis melalui program Kampung Durian. Pemerintah juga memfasilitasi kontes durian, yang terakhir digelar pada 2020 dan direncanakan kembali pada tahun mendatang.

Harapan untuk Masa Depan Durian Bangka Belitung

Edo berharap ke depan durian Bangka Belitung tidak hanya dikenal sebagai buah musiman, tetapi benar-benar menjadi penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang baik, durian bisa menjadi sumber ekonomi utama masyarakat. Potensinya sangat besar, dan harapan besar dipegang oleh para petani dan pedagang.




Penulis: Nida’an KhafiyyaEditor: Nida’an Khafiyya