News

Nunung Dapat Rumah Gratis, Ini Fakta Sebenarnya

Kondisi Ekonomi Nunung Mulai Membaik

Komedian Nunung Srimulat kini mengalami perbaikan kondisi ekonomi setelah menjual seluruh harta miliknya demi kebutuhan keluarga dan pengobatan. Dalam beberapa tahun terakhir, Nunung harus menjalani berbagai tantangan hidup, termasuk menghadapi penyakit kanker payudara yang membutuhkan perawatan intensif.

Nunung sempat mengaku bahwa ia menjual semua aset yang dimilikinya, termasuk rumah di Jakarta. Keputusan ini diambil untuk membiayai kebutuhan pengobatan serta keluarga. Selain itu, ia juga harus menanggung biaya obat-obatan yang tidak ditanggung oleh BPJS, sehingga beban finansial semakin berat.

Setelah menjual seluruh hartanya, Nunung dan suaminya, Iyan Sambiran, tinggal di sebuah kamar kos yang sangat sederhana. Ruangan tersebut hanya terdiri dari satu ruangan dengan kasur dan kamar mandi. Meskipun begitu, Nunung tetap menjalani pekerjaan sebagai komedian meski sedang menjalani perawatan kanker.

Rumah Baru untuk Nunung

Keberanian dan kesabaran Nunung akhirnya berbuah hasil. Ia mendapatkan hadiah berupa sebuah rumah yang sudah lengkap dengan isiannya. Rumah tersebut merupakan satu lantai dan dilengkapi dengan kitchen set, AC, serta kulkas. Nunung menyatakan bahwa ia siap pindah hanya dengan membawa koper dan baju.

“Saya dikasih rumah, seisinya, komplit, sampai kitchen set-nya, ada kasur, AC, kulkas. Iya bener, tinggal bawa baju, masuk,” ujar Nunung dalam wawancara acara FYP Trans7.

Meski kabar tentang hadiah rumah ini membuat netizen berspekulasi bahwa Raffi Ahmad menjadi pemberi hadiah, Nunung membantah. Menurut Nunung, ia tidak menerima rumah secara gratis, melainkan menjadi brand ambassador dari sebuah perumahan.

“I ini gak semata-mata dikasih, saya jadi BA (brand ambassador). Perumahan gede gitu, yang aku tempati itu perumahan baru, kayaknya sudah sold out semuanya, tetangga sudah ada, di depan. Masuknya dari bandara (Soekarno Hatta), jadi cuma 30 menit dari bandara,” kata Nunung.

Tinggal di Kamar Kos dengan Biaya Mahal

Meski telah mendapatkan rumah baru, Nunung masih tinggal di kamar kos yang ia tempati sejak beberapa bulan lalu. Ia mengaku belum meninggalkan kamar kos karena masih menunggu tanggal yang baik untuk pindah.

“Sudah seminggu dua minggu ini (dapat rumah baru). Kata mereka dicariin tanggal yang baik. Pertengahan Oktober Insha Allah,” ujar Nunung.

Sebelumnya, Nunung tinggal di kamar kos di kawasan Pancoran dengan biaya sewa sebesar Rp3,2 juta per bulan. Meskipun biayanya cukup mahal, ia merasa bahwa situasi ini adalah keharusan demi kebutuhan keluarga dan pengobatan.

“Suasana kost emang gak bagus kalau untuk tinggal bertahun-tahun, boring ya, karena cuma ke kamar mandi dan tempat tidur aja, kadang sedih, tapi mau gimana lagi, keadaan,” katanya.

Penjualan Aset untuk Kebutuhan Keluarga

Nunung mengungkapkan alasan utama ia menjual semua aset yang dimiliki. Selain untuk membiayai pengobatan kankernya, ia juga ingin memastikan kebutuhan keluarganya di Solo terpenuhi. Ia menjelaskan bahwa hanya tersisa satu rumah di Solo yang digunakan oleh keluarga.

“Semua (dijual), tinggal 1 rumah di Solo, buat mereka tinggal. Semua (aset) di Solo itu kan yang banyak, tinggal satu.”

Ia juga mengakui bahwa penjualan rumah di Jakarta selama 9 tahun lamanya merupakan langkah yang berat, namun ia merasa bahwa keputusan ini diperlukan.

“Saya ada BPJS, kadang ada yang gak bisa dicover BPJS, obat-obatan cancer, gak bisa dicover BPJS. Sebulan ambil obat itu 4 jenis, itu harganya fantastis, mahal semua,” ujarnya.

Penulis: Nida’an Khafiyya