Teknologi

Pelatih Baru Persebaya: Benjamin Mora vs Pep Munoz, Siapa Lebih Unggul?

Persebaya Surabaya Masih Mencari Pelatih Baru

Persebaya Surabaya kini tengah menghadapi tantangan besar dalam mencari pelatih baru setelah Eduardo Perez dipecat pada 22 November 2025. Tim yang berjuluk Bajol Ijo ini kini terancam denda sebesar Rp100 juta jika tidak mengumumkan pelatih kepala definitif sebelum batas waktu yang ditentukan. Saat ini, dua nama pelatih top sedang menjadi sorotan, yaitu Benjamin Mora dari Meksiko dan Pep Munoz asal Spanyol. Keduanya bahkan sudah mengikuti akun resmi Instagram Persebaya Surabaya.

Benjamin Mora memiliki rekam jejak yang luar biasa di Liga Malaysia, khususnya saat melatih Johor Darul Ta’zim (JDT). Dalam periode 2018 hingga 2022, ia berhasil meraih sembilan trofi, termasuk empat gelar Liga Super Malaysia dan empat Piala Super Malaysia. Sementara itu, Pep Munoz sukses membawa Svay Rieng FC menjadi juara Liga Kamboja. Kedua pelatih ini memiliki lisensi Pro UEFA dan menerapkan filosofi menyerang 4-3-3 yang cocok dengan kebutuhan Persebaya.

Benjamin Mora: Jaminan Mental Juara

Meskipun masih berusia 46 tahun, Benjamin Mora menjadi kandidat kuat karena reputasi dan pengalamannya. Filosofi permainannya berbasis serangan agresif dengan formasi 4-3-3 yang mengutamakan intensitas tinggi dan penguasaan bola.

  • Kelebihan
  • Rekam Jejak: Dominasi di Asia Tenggara
  • Lisensi Pro UEFA: Memiliki kualifikasi kepelatihan tertinggi.
  • Koleksi 9 Trofi di JDT: Puncak kejayaannya saat memimpin Johor Darul Ta’zim (JDT) di Malaysia (2018–2022), dengan memenangkan 4 kali Liga Super Malaysia dan 4 kali Piala Super Malaysia. Rekam jejak ini menunjukkan kemampuannya menciptakan dominasi jangka panjang.

  • Kekurangan

  • Performa Terakhir Meragukan: Setelah masa keemasan di JDT, Mora gagal bersinar saat kembali ke Meksiko melatih Querétaro FC.
  • Dari 17 pertandingan Liga MX, ia hanya mencatatkan 6 kemenangan, 2 seri, dan 9 kekalahan.
  • Ini menjadi catatan penting apakah ia mampu beradaptasi di lingkungan baru (selain Liga Malaysia).

Pep Munoz: Filosofi Barcelona

Pep Munoz juga berusia 46 tahun dan menarik perhatian karena memiliki latar belakang akademis yang kuat. Ia pernah menjadi bagian dari staf pelatih Barcelona B dan Barça U19. Ia juga menganut formasi menyerang 4-3-3.

  • Kelebihan
  • Latar belakang elit dan pengalaman Asia
  • Filosofi: Berbekal pengalaman di Barcelona, Munoz menjanjikan gaya bermain possession yang terstruktur dan indah.
  • Sukses di Kamboja: Ia berhasil membawa Svay Rieng menjuarai Liga Kamboja 2024/2025, membuktikan kemampuannya beradaptasi dan meraih gelar di Asia Tenggara.
  • Memiliki pengalaman internasional sebagai asisten pelatih Timnas Tiongkok.

  • Kekurangan

  • Gagal di Tiongkok: Kinerja Munoz di klub terakhirnya, Shenzhen Peng City FC sangat singkat dan mengecewakan.
  • Dalam 17 pertandingan, ia hanya meraih 3 kemenangan (persentase menang 17,6%) sebelum berpisah.
  • Kegagalan ini menunjukkan kesulitan beradaptasi di liga yang persaingannya lebih ketat daripada Liga Kamboja.

Prediksi Pelatih Baru Persebaya

Pep Munoz menawarkan filosofi possession yang menarik. Namun Benjamin Mora menjadi kandidat kuat, karena memiliki rekam jejak juara yang terbukti sukses dalam jangka waktu panjang di Asia Tenggara. Namun, kegagalan kedua pelatih di klub terakhir tentu menjadi bahan pertimbangan besar bagi manajemen Persebaya Surabaya.

Pengumuman resmi akan menjadi penentu apakah Persebaya memilih mental juara seperti ditunjukkan Benjamin Mora, atau filosofi khas Spanyol ala Pep Munoz. Keputusan akhir kemungkinan akan didasarkan pada kesepakatan finansial dan kesesuaian visi jangka panjang dengan manajemen Persebaya.

Penulis: Nida’an KhafiyyaEditor: Nida’an Khafiyya